15 Porsi Makanan Nusantara Saat Armuzna, Jemaah Dapat Ready To Eat

Senin 18-05-2026,21:07 WIB
15 Porsi Makanan Nusantara Saat Armuzna, Jemaah Dapat Ready To Eat

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau.--istimewa

MAKKAH, DISWAY.ID– Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) disiapkan secara optimal.

Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah paling krusial.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, menyatakan bahwa hingga hari ke-28 operasional haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan berjalan baik. Fokus saat ini adalah mempersiapkan fase Armuzna, termasuk penyediaan makanan yang memadai.

BACA JUGA:Satuan Operasi Armuzna Siap Kawal Puncak Haji, Tim Sus Mina Dikerahkan

“Alhamdulillah operasional haji hingga hari ke-28 berjalan baik. Fokus kami sekarang adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang sangat penting untuk menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Sementara yang sudah tiba di Makkah tercatat 455 kloter dengan 175.682 jemaah dan 1.820 petugas. Untuk gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas. Selain itu, 12.180 jemaah haji khusus juga telah tiba di Tanah Suci.

Maria menjelaskan, pihaknya menyiapkan skema katering Ready To Eat (makanan siap santap) untuk mendukung mobilitas tinggi jemaah selama fase Armuzna.

Skema ini dipilih karena cepat didistribusikan, mudah dikonsumsi, tahan lama, serta memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

BACA JUGA:Satuan Operasi Armuzna Siap Kawal Puncak Haji, Tim Sus Mina Dikerahkan

“Makanan siap santap ini kami siapkan dengan cita rasa nusantara agar sesuai selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” katanya.

Selama fase Armuzna, setiap jemaah akan mendapatkan total 15 porsi makanan. Ditambah enam porsi pada fase pra-Armuzna (7 dan 8 Dzulhijjah) serta pasca-Armuzna (13 Dzulhijjah) atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Distribusi makanan ke hotel-hotel jemaah Indonesia akan dimulai pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan massal ke Armuzna.

BACA JUGA:Pendar Cahaya Hijau Makkah Clock Tower Tandai Masuknya 1 Zulhijjah 1447 H

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: