KPP DEM Kecam Aksi Intersep Israel hingga Berujung Penculikan Jurnalis dan Aktivis WNI

Selasa 19-05-2026,14:34 WIB
KPP DEM Kecam Aksi Intersep Israel hingga Berujung Penculikan Jurnalis dan Aktivis WNI

Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mengecam aksi Intersep Angkatan Laut Israel (IOF) terhadap Aktivis dan Jurnalis Indonesia yang turut serta dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026-Global Sumud Flotilla-

JAKARTA, DISWAY.ID - Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mengecam aksi Intersep Angkatan Laut Israel (IOF) terhadap Aktivis dan Jurnalis Indonesia yang turut serta dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. 

KPP DEM mendesak pemerintah segera mengambil sikap terkait penangkapan empat jurnalis Indonesia oleh tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza.

BACA JUGA:2 PRT Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diduga Dianiaya Majikan di Jaksel

Ketua Umum KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko mengatakan, pemerintah perlu segera memberi kepastian kepada keluarga korban dan mengambil langkah penyelamatan.

“Kami mendorong agar Presiden dapat segera ambil sikap, dan memberikan keterangan kepada keluarga korban agar dapat lebih tenang menghadapi ujian yang sedang melanda,” kata Satryo, Selasa, 19 Mei 2026.

Terbaru, ada empat jurnalis yang dilaporkan ikut dalam rombongan tersebut yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai Rifan dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andre Prasetyo dari Tempo.

BACA JUGA:Ada 4 Jurnalis dan 1 Aktivis asal Indonesia yang Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Global Sumud Flotilla

Satryo menyebut Bambang Noroyono sempat menyiapkan video antisipasi sebelum kontak dengan rombongan hilang. Menurutnya, hal itu bisa menjadi petunjuk awal untuk proses pencarian dan evakuasi para jurnalis yang ditawan. 

“Presiden Prabowo kami harap dapat menyelamatkan kawan-kawan kami yang kabarnya diculik oleh tentara IDF Zionis Israel,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Sekjen KPP DEM, Nopri Agustian menilai, pemerintah tidak boleh tinggal diam karena insiden ini menyangkut keselamatan warga negara Indonesia dan misi kemanusiaan internasional.

“Ini sudah kedua kalinya Zionis Israel mengganggu misi perdamaian, dan langsung menyentuh keluarga kita warga negara Indonesia. Presiden seharusnya tidak tinggal diam,” tegas Nopri.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi pencegatan atau intersep Tentara IOF Israel terhadap puluhan aktivis Global Sumud Flotilla.

Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. 

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait