Film Bisikan Desa Gringsing Rilis First Look, Tampilkan Teror Mencekam dengan Virtual Production
Film Bisikan Desa Gringsing Rilis First Look.--
JAKARTA, DISWAY.ID - Film horor Indonesia terbaru berjudul Bisikan Desa Gringsing akhirnya memperlihatkan lima tampilan perdananya melalui ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios).
Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Bisikan Desa Gringsing menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), menandai terobosan baru bagi sinema genre Asia Tenggara.
BACA JUGA:Film Dokumenter Pesta Babi Tayang di Mana? Berikut Link Akses dan Cara Ikut Nobar
Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang.
Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.
Bisikan Desa Gringsing mempublikasi foto-foto adegan yang menampilkan tokoh Hesti, diperankan Aghniny Haque berdiri di sebuah gerbang yang dapat diasumsikan sebagai gerbang menuju Desa Gringsing.
Kehadiran Bisikan Desa Gringsing di Marché du Film dalam rangkaian Festival Film Cannes 2026 menjadi debut internasional film ini di panggung pasar global.
Mandela Pictures dan OMG Studios juga tengah aktif melakukan pertemuan dengan distributor internasional di market tersebut, dengan penjualan internasional ditangani langsung oleh Mandela Pictures dan target perilisan bioskop yang telah dikonfirmasi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.
BACA JUGA:5 Film Horor Mei 2026 di Bioskop, Ada Tumbal Proyek hingga Sekawan Limo 2: Gunung Klawih!
Produser Mandela Pictures, Manoj Samtani menyampaikan bahwa film ini akan meninggalkan jejak emosional bagi penonton dan menjadi topik yang tak henti dibicarakan.
"Bisikan Desa Gringsing adalah bukti satu lagi karya kami yang dilatari oleh misi-misi tersebut. Kami senang sekali mendapat dukungan dari Nick Tan beserta tim dari OMG Studios. Semoga kerjasama baik yang kami jalani bersama, dapat sampai juga dirasakan oleh penonton melalui layar bioskop nantinya," ujarnya.
Sementara itu, Nick GC Tan CEO OMG Studios menyampaikan bahwa Virtual production bukan sekadar teknologi, namun juga bahasa kreatif baru bagi penceritaan Asia Tenggara.
"Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan untuk pengembangan karya kreatif. Penonton di sini mengapresiasi karya dengan kisah yang kuat dan unik, karya dengan production value tinggi, serta karya yang memanfaatkan inovasi teknologi. Kolaborasi ini menjadi kesempatan yang tidak mungkin kami lewatkan." tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: