Fisichella KW Sebut Sirkuit Bukit Peusar Seperti 'Roller Coaster', Sukses Raih 2 Podium di AHDC 2026

Senin 25-05-2026,09:32 WIB
Fisichella KW Sebut Sirkuit Bukit Peusar Seperti 'Roller Coaster', Sukses Raih 2 Podium di AHDC 2026

Lady racer Fisichella Kusuma Wardani (KW) menilai Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki karakter yang cukup menantang bagi para rider di ajang Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026.-Disway.id/Candra Pratama-

TASIKMALAYA, DISWAY.ID -- Lady racer Fisichella Kusuma Wardani (KW) menilai Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki karakter yang cukup menantang bagi para rider di ajang Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026.

Bahkan, pembalap wanita yang identik dengan nomor 184 itu menyebut bahwa lintasan Peusar memiliki sensasi layaknya roller coaster karena kontur dan karakter tikungan.

"Kalau ini dia kesulitannya karena naik turun aja sih kalau orang bilang sirkuit ini kayak roller coaster," ujarnya kepada Disway, Minggu, 24 Mei 2026.

BACA JUGA:Fisichella KW Bongkar Peran AHDC Cetak Pembalap Hebat, Veda Ega Pratama Jadi Bukti Nyata!

Menurut Fisichella, Sirkuit Peusar menjadi tingkat kesulitan tinggi kedua setelah lintasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia hampir frustasi ketika membuat kesalahan di Sirkuit Sentul.

"Setelah Sentul pertama. Sentul tuh salah racing line pertama sampai berikutnya salah semua, susah," ungkapnya.

Meski lintasan Peusar layaknya trek rolling coaster, Fisichella berhasil menyabet dua gelar juara di ajang AHDC 2026 yang berlangsung di Sirkuit Peusar, Tasikmalaya, Minggu, 24 Mei 2026. 

Ia berhasil menaiki podium dua kali.

Fisichella finish terdepan pada kelas matic 130cc standar wanita dan meraih juara dua di kelas matic standar 130cc pemula. 

BACA JUGA:Keren! Veda Pratama Jadi Brand Ambassador FIM MotoMini World Series 2026 Bersama Quartararo, Hingga Bezzecchi

Meraih dua gelar tersebut, Fisichella pun membocorkan strateginya. Mulai dari menjaga ritme fisik hingga kondisi motor jadi salah dua yang terus dijadikan acuan hingga sekarang. 

"Kalau strategi dari dulu saya selalu jaga ritme, jaga ritme performa badan sama motor soalnya kita gak tau motor bakal trouble atau awet kan," ujarnya kepada Disway.id, Minggu. 

"Kemudian strategi kedua biasanya ngawet-ngawetin sisa laps, soalnya ini kan tadi berturut-turut tuh. Jadi kendalanya di metik yang kelas cowok itu langsung metik wanita. Jadi abis motor dipake, kita pake lagi kelas yang berikutnya," sambungnya. 

Meski harus melahap hampir 16 lap, Fisichella tetap tampil konsisten dan menjaga ritme balapnya dengan tenang. Ia tidak terburu-buru sehingga mampu menghindari kendala pada mesin motornya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: