Kelebihan Teknologi BYD DM dengan EV dan Hybrid

Selasa 26-05-2026,10:40 WIB
Reporter: Reza Permana |
Kelebihan Teknologi BYD DM dengan EV dan Hybrid

Teknologi BYD DM merupakan teknologi baru yang memiliki kelebihan dengan teknologi EV dan Hybrid.-dok disway-

Teknologi DM merupakan salah satu teknologi New Energy Vehicle (NEV) milik BYD yang menggabungkan sistem EV dan hybrid melalui pendekatan electric-first, di mana motor listrik menjadi sumber tenaga utama dalam berkendara.

BYD DM Berbeda dengan hybrid konvensional, di mana technology hybrid yang masih mengandalkan mesin sebagai penggerak utama sehingga konsumsi bahan bakar masih menjadi pilihan utama.

BACA JUGA:Perjalanan Panjang DM BYD, Tersebar 4.6 Juta Unit di Dunia

Sedangkan pada teknologi DM, meskipun masih menggunakan mesin atau teknolgi ICE, namun hanya berfungsi sebagai pendukung untuk menghasilkan energi listrik dan meningkatkan efisiensi saat dibutuhkan.

Adapun untuk sumber penggerak utama masih menggunakan motor listrik, sehingga saat berkendara menghadirkan karakter berkendara khas EV, mulai dari akselerasi instan, kabin yang lebih senyap, respons yang lebih halus, serta efisiensi energi yang lebih optimal untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan konsep ini, pengendara tidak harus khawatir dengan bahan bakar, pasalnya dengan pengembangan DM membuat konsumsi bahan bakar menjadi sangat efisien.

Dalam pengujuan yang telah dilakukan, teknologi DM hanya membutuhkan 1 liter untuk jarak tempuh 65 km.

Tentunya ini merupakan tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan yang paling efisien yang pernah ada di kendaraan yang beredar di Tanah Air.

Tidak hanya itu, Bobby Bharata selaku Head of Product PT BYD Motor Indonesia menyampaikan bahwa BYD DM mampu melakukan perjalanan hingga 1.800 km hanya dengan sekali pengisian BBM dan baterai.

BACA JUGA:BYD Tech Culture Fest 2026: Festival Teknologi BYD Terbesar dan Interaktif untuk Masyarakat Indonesia

“Dengan teknologi DM, efisiensi konsumsi kendaraan tembus hingga lebih dari 60 persen dibandingkan kendaraan keluarga bermesin bensin 1.500 cc yang umum digunakan di Indonesia,” tambahnya.

Bobby juga menyampaikan pada tahun 2025, BYD mencatat penjualan global lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif dan pemimpin global dalam kendaraan listrik (EV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui teknologi DM.

BYD juga menghadirkan teknologi DM dalam beberapa varian dalam menjawab kebutuhan pasar global.

Adapun varian tersebut mulai dari DM-i, atau Dual Mode Intelligent, dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi dan pengalaman berkendara yang lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Dalam sistem ini, motor listrik berperan sebagai penggerak utama untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus, responsif, dan senyap, khususnya dalam penggunaan harian di area perkotaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: