Kemenhaj Bersyukur Armuzna Haji 2026 Berjalan Lancar dan Lebih Baik
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan update penyelenggaraan Haji 2026 di Mina-MCH-
MINA, DISWAY.ID — Pelaksanaan fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) atau Puncak Haji 2026 berjalan lebih tertib dan terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan titik krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berhasil dikelola dengan baik, khususnya pada pergerakan jamaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.
“Di titik krusial pelaksanaan haji itu ada di Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Alhamdulillah tahun ini pendorongan jamaah dari hotel menuju Arafah berjalan baik dan lebih tertib dibanding tahun sebelumnya,” kata Dahnil di Mina, Makkah, Kamis (28/5/2026).
BACA JUGA:Lempar Jumrah Berjalan Lancar, Petugas Imbau Jemaah Tak Terpisah dari Rombongan
Menurut Dahnil, pada musim haji sebelumnya banyak jamaah Indonesia yang baru tiba di Arafah hingga tengah malam karena penumpukan saat pemberangkatan dari hotel. Namun, tahun ini seluruh jamaah sudah berada di Arafah menjelang siang.
Persoalan tenda di Arafah juga berhasil diantisipasi. Tidak ditemukan jamaah yang terlantar atau terpaksa tidur di luar tenda.
Dahnil mengungkapkan pemerintah menerapkan pengaturan ketat saat perpindahan dari Arafah ke Muzdalifah.
Ia bahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran proses tersebut.
“Saya langsung stay di Muzdalifah untuk menertibkan. Tidak ada lagi yang mengatur kerumunan kecuali petugas,” ujarnya.
Ia selaku pimpinan Kemenhaj menilai mayoritas jamaah Indonesia sebenarnya memiliki kesadaran tinggi dan mudah diatur. Namun, ketidakteraturan sering muncul karena arahan dari sebagian kecil pendamping atau ketua kelompok yang ingin mempercepat proses kelompoknya sendiri.
BACA JUGA:Jemaah Tak Lagi Bingung di Mina, Romo Syafii Apresiasi Kesuksesan Armuzna
Di Mina, petugas haji menunjukkan respons cepat dalam menangani berbagai masalah, termasuk kerusakan AC dan kepadatan tenda.
Dahnil menjelaskan kepadatan sering disebabkan jamaah yang membawa barang dan perlengkapan berlebihan.
“Tenda Mina itu kecil sekali. Ketika jamaah membawa banyak tas dan kasur ditumpuk, kapasitas yang seharusnya untuk 80 orang terlihat hanya cukup untuk 50 orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: