Mengenal Tindakan Total Knee Replacement untuk Pasien Orthopaedi Keluhan Sendi Lutut
Acara orthopaedi berskala besar perdana di lingkungan Siloam International Hospital ini menghadirkan total 14 pembicara internasional dan nasional, lebih dari 200 peserta dari kalangan dokter dan tenaga medis, tiga sesi live surgery, serta beberapa testim--Siloam Hospitals
Sejalan dengan hal tersebut, Ratih Hadiwinoto, CEO Siloam Hospitals Mampang, menegaskan peran Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan center of excellence di bidang orthopaedi.
“Kami ingin masyarakat semakin mengenal Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan layanan orthopaedi yang kuat, lengkap, dan menyeluruh. Kehadiran dr. Peter Gifford dari Brisbane, Australia, bersama para pembicara nasional membuka ruang transfer knowledge yang berharga agar layanan kami terus berkembang sesuai kebutuhan pasien,” ujar Ratih.
BACA JUGA:Empat Bulan Cedera Lutut, Enzo Fernandez Akhirnya Putuskan Rehat dari Argentina
Layanan Orthopaedi Terintegrasi Didukung Teknologi dan Kolaborasi Multidisiplin
Sebagai bagian dari transformasi menuju pusat layanan orthopaedi terintegrasi, Siloam Hospitals Mampang memperkuat layanan melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan awal, diagnosis, pemilihan terapi, tindakan medis, hingga rehabilitasi dan pemulihan.
Pendekatan ini didukung oleh kolaborasi dokter spesialis orthopaedi, rehabilitasi medik, radiologi, anestesi, keperawatan, fisioterapis, serta tenaga kesehatan lainnya.
Kelengkapan fasilitas seperti layanan diagnostik, radiologi, sports performance center, kamar operasi modern, robotic-assisted surgery, navigasi bedah, prosedur minimal invasif, hingga regenerative medicine seperti stem cell dan orthobiologics menjadi bagian dari upaya Siloam Hospitals Mampang menghadirkan layanan yang lebih presisi, personal, dan sesuai kebutuhan pasien.
BACA JUGA:PSIM Bungkam Persebaya di GBT: Bajul Ijo Bertekuk Lutut oleh Tim Promosi
Prof. Dr. dr. Andri M. T. Lubis, Sp.OT, Subsp.CO(K), Founder Siloam Hospitals Mampang, menekankan bahwa perkembangan orthopaedi perlu diterjemahkan menjadi praktik klinis yang lebih baik dan aman bagi pasien.
“Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin membangun ruang pembelajaran yang ilmiah dan aplikatif, agar inovasi dalam teknologi, teknik operasi, dan pemulihan pasien dapat diterapkan secara tepat,” ujar Prof. Andri.
Melengkapi pandangan tersebut, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO(K), Founder Siloam Hospitals Mampang, menambahkan bahwa layanan orthopaedi tidak selalu harus berujung pada operasi.
“Teknologi penting untuk meningkatkan presisi dan keamanan tindakan, tetapi tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik. Dalam banyak kondisi, terapi konservatif, rehabilitasi terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam perjalanan pemulihan pasien,” ujar dr. Henry.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: