Imbauan Kasektor 5 Madinah ke Jemaah Haji Gelombang II yang Baru Tiba

Selasa 09-06-2026,23:05 WIB
Imbauan Kasektor 5 Madinah ke Jemaah Haji Gelombang II yang Baru Tiba

Kedatangan jemaah haji Indonesia di Sekolah 5 Madinah-MCH-

MADINAH, DISWAY.ID-- Kepala Sektor 5 Madinah PPIH 2026, Elfi Ryani, mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang kedua agar tidak memaksakan diri mengikuti berbagai aktivitas tambahan selama di Madinah.

Menurutnya, sebagian besar jemaah yang baru tiba ini baru saja menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kondisi fisik mereka masih memerlukan pemulihan.

“Untuk city tour kami sarankan untuk tidak berlebihan ikut city tour maupun ibadah. Ibadah untuk mengejar arbainnya tidak disarankan, khususnya bagi lansia dan jemaah risiko tinggi,” kata Elfi Ryani di Hotel Mirage Taiba, Madinah, Selasa (9/6/2026).

BACA JUGA:Sektor 4 Madinah Terima 8 Kloter per Hari Kedua Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II

Elfi menjelaskan bahwa proses penerimaan jemaah gelombang kedua di Sektor 5 secara prinsip sama dengan gelombang pertama. Namun, ada perubahan kebijakan yang membuat pelayanan lebih cepat dan efektif.

“Biasanya plotting kamar itu dari Siskohat, tetapi untuk kali ini plotting kamar diserahkan kepada sektor masing-masing sehingga lebih cepat,” ujarnya.

Penempatan kamar bahkan sudah rampung sebelum jemaah tiba di Terminal Hijrah menuju hotel.

Salah satu keunggulan yang dipertahankan Sektor 5 adalah memberikan identitas nama pada setiap kamar.

Sistem ini memudahkan jemaah langsung menuju kamar yang telah ditentukan tanpa kebingungan.

Terkait city tour yang banyak diminati, Elfi menegaskan setiap kegiatan di luar hotel wajib mendapat izin dari sektor terlebih dahulu.

BACA JUGA:Kadaker Madinah Pimpin Penyambutan Jemaah Gelombang Kedua, Sigap Atasi Hambatan

Petugas akan memeriksa daftar peserta, terutama memastikan tidak ada jemaah lansia atau berisiko tinggi yang ikut.

“Untuk city tour wajib mengajukan izin kepada sektor masing-masing. Kami harus ngecek dulu yang ikut serta itu siapa saja, termasuk yang lansia atau tidak, termasuk yang risti atau tidak,” tegasnya.

Apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan, sektor akan menyarankan jemaah tetap di hotel demi keselamatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait