Di Kamar Hotel, Klinik Satelit Sektor 2 Madinah Siaga Layani Jemaah Haji Gelombang Dua

Rabu 10-06-2026,15:00 WIB
Di Kamar Hotel, Klinik Satelit Sektor 2 Madinah Siaga Layani Jemaah Haji Gelombang Dua

dr. Fitri Indah Yanti, Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah-MCH-

MADINAH, DISWAY.ID-- Suasana di salah satu kamar hotel Durrat Al Eiman 104 terlihat sibuk. Ada jemaah haji Indonesia duduk menunggu giliran, ada yang berkonsultasi dengan dokter, ada pula yang sedang mendapat perawatan dan obat.

Itulah Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang beroperasi di dalam kamar hotel dengan izin otoritas Arab Saudi.

Tim liputan Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026 menyaksikan langsung kesibukan tersebut.

BACA JUGA:Imbauan Kasektor 5 Madinah ke Jemaah Haji Gelombang II yang Baru Tiba

Meski hanya menempati satu kamar hotel, klinik ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi jemaah gelombang kedua yang baru tiba di Madinah.

dr. Fitri Indah Yanti, Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, menjelaskan fungsi klinik satelit ini.

“Di setiap sektor ada klinik satelit. Jemaah di hotel tersebut bisa datang langsung ke dokter yang jaga untuk menyampaikan keluhan-keluhannya selama berada di Madinah,” ujar dr. Fitri, spesialis paru ini.

Pelayanan yang diberikan berupa rawat jalan untuk keluhan ringan hingga sedang. Jika kondisi sudah berat, pasien langsung dirujuk ke KKHI atau RSAS.

Klinik beroperasi dalam tiga shift yakni pagi, siang, dan malam. Dokter dan perawat dari berbagai kloter dijadwalkan secara bergantian. Untuk shift malam, petugas yang menginap di hotel bergantian jaga.

BACA JUGA:Kadaker Madinah Pimpin Penyambutan Jemaah Gelombang Kedua, Sigap Atasi Hambatan

"Kita atur jadwalnya sehingga mereka tetap bisa melayani jemaah di hotel masing-masing. Meski dokter sedang jaga di sini, jemaah tetap bisa konsultasi dengan TKH di hotelnya,” tambahnya.

Hingga sore hari kemarin atau belum sepekan fase kedatangan jemaah haji gelombang kedua tiba di Madinah, klinik sudah melayani hingga 21 pasien. Jumlah ini meningkat seiring kedatangan kloter baru gelombang dua tersebut.

Keluhan utama jemaah gelombang kedua adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), batuk pilek, nyeri tenggorokan (faringitis), serta kelelahan pasca-Armuzna.

"Banyak yang kelelahan setelah aktivitas berat di Arafah-Muzdalifah-Mina. Nafsu makan juga turun. Kita banyak menyiapkan obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, dan infus,” jelas dr. Fitri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait