Industri Farmasi Nasional Catat Kinerja Positif, Segmen Kesehatan Konsumen Jadi Penopang Utama

Minggu 21-06-2026,09:19 WIB
Industri Farmasi Nasional Catat Kinerja Positif, Segmen Kesehatan Konsumen Jadi Penopang Utama

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (“DVLA” atau “Perseroan”) melaporkan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Industri farmasi nasional kembali menunjukkan daya tahan dengan mencatat pertumbuhan kinerja.

Segmen kesehatan konsumen menjadi penopang utama, seiring meningkatnya kontribusi produk kesehatan harian, nutrisi, dan perawatan diri terhadap pasar farmasi Indonesia. 

Salah satunya, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (“DVLA” atau “Perseroan”) melaporkan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Hal ini sekaligus menandai tonggak penting 50 tahun perjalanan Perseroan di industri farmasi Indonesia.

BACA JUGA:IAI dan BPOM Dukung! Kolaborasi P&G Health Bikin Pendidikan Farmasi Naik Level

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Perseroan melaporkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, atau tumbuh 7% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Capaian ini sejalan dengan target yang ditetapkan serta berhasil melampaui pertumbuhan industri farmasi nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

"Kinerja ini mencerminkan ketahanan dan disiplin eksekusi Perseroan, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Presiden Direktur DVLA, dr. Ian Kloer.

Pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 didorong oleh kontribusi seluruh lini usaha Perseroan.

BACA JUGA:Guru Besar Prodi Farmasi Universitas Esa Unggul Jelaskan Dampak Besar Penemuan Nobel Kedokteran 2025 bagi Masa Depan Pengobatan

Segmen consumer health menjadi kontributor utama dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,26 triliun atau menyumbang 57% dari total pendapatan, tumbuh 9,1% dibandingkan tahun 2024. 

Kinerja positif ini sekaligus mengimbangi kontraksi sebesar 5,5% pada bisnis obat resep. 

Meskipun demikian, segmen obat resep tetap memberikan kontribusi signifikan sebesar 30% dari total pendapatan Perseroan dengan nilai mencapai Rp666 miliar. 

Sementara itu, segmen ekspor dan toll manufacturing mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 27% dengan total pendapatan sebesar Rp257 miliar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait