Fokus Peran Perempuan Hadapi Perubahan Iklim, Duo Mahasiswi Universitas Pertamina Juarai PSNMHII 2026

Senin 22-06-2026,23:15 WIB
Fokus Peran Perempuan Hadapi Perubahan Iklim, Duo Mahasiswi Universitas Pertamina Juarai PSNMHII 2026

Dua mahasiswi Universitas Pertamina Zeffanya Tessalonika Manoppo dan Paskarina Alfalahsea, berhasil menyabet gelar Juara I kategori Chamber Policy Brief pada ajang PSNMHII ke-38 Tahun 2026. --istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Dua mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina (UPER) Zeffanya Tessalonika Manoppo dan Paskarina Alfalahsea, berhasil menyabet gelar Juara I kategori Chamber Policy Brief pada ajang Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PSNMHII) ke-38 Tahun 2026. 

Gelaran yang berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, ini mempertemukan 31 tim terbaik dari 31 perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia.

Suasana kompetisi berlangsung sengit. Selama berhari-hari, para peserta dari berbagai penjuru Nusantara unjuk gigi mempresentasikan gagasan kebijakan terbaik mereka.

BACA JUGA:Pertamina Raih Peringkat Tiga Fortune Southeast Asia 500, Jadi Motivasi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Namun, ketika dewan juri mengumumkan pemenang, nama Zeffanya dan Paskarina melambung sebagai yang terbaik di kategorinya. 

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan seremonial, melainkan bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu melahirkan pemikiran strategis untuk menjawab tantangan global.

Apa yang membuat karya dua mahasiswi UPER ini istimewa?

Mereka tidak sekadar menulis rekomendasi kebijakan biasa.

Zeffanya dan Paskarina mengangkat isu yang selama ini kerap terpinggirkan dalam diskursus perubahan iklim yakni peran perempuan. 

BACA JUGA:APQ Awards 2026: Inovasi Perwira Pertamina Ciptakan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah

Berdasarkan data UNDP dan UN Women, tanpa kebijakan responsif gender, sekitar 158 juta perempuan dan anak perempuan di dunia terancam jatuh ke jurang kemiskinan pada 2050 akibat krisis iklim.

Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi gambaran nyata dari ketidakadilan struktural yang perlu segera diatasi.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, kedua mahasiswi ini menyusun policy brief berjudul "Mendayung Bersama di Lautan yang Sama: Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia–Pasifik dalam Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Berperspektif Gender." 

Judul yang puitis namun sarat makna ini merefleksikan semangat kolaborasi antarnegara kepulauan yang menghadapi nasib serupa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait