IHSG Hancur-Hancuran Merosot ke 5.895 Sore Ini, Apa yang Salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini menutup sesi perdagangannya pada Rabu 24 Juni 2026 ini dengan kembali terpuruk di zona merah.--IHSG
JAKARTA, DISWAY.ID - Usai resminya penetapan status Indonesia dalam kategori Emerging Market perilisan 2026 Market Classification Review oleh lembaga Morgan Stanley Capital International (MSCI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini menutup sesi perdagangannya pada Rabu 24 Juni 2026 ini dengan kembali terpuruk di zona merah.
Berdasarkan hasil pantauan Disway, IHSG menutup sesi perdagangannya dengan melemah sebanyak 205,64 poin, atau setara dengan 3,37 persen ke level 5.895,70.
BACA JUGA:Pasar Masih Dibayangi MSCI, IHSG Merosot Turun di Penutupan Sesi I
Tidak hanya itu, pelemahan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut turun mendekati penutupan.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terkoreksi sebanyak 20,26 poin, atau turun sebesar 3,39 persen ke level 578,17.
BACA JUGA:IHSG Terpuruk di Penutupan Sesi I, Terkoreksi Hingga 99,13 Poin
Stockbit: Pasar Perlu waktu observasi Lebih Panjang
Sebelumnya, para analis sendiri juga turut menyatakan bahwa terkini, pergerakan pasar IHSG kondisi pasar masih dipengaruhi oleh pengumuman MSCI Annual Market Classification Review, yang diumumkan pada Rabu 24 Juni 2026 ini.
Dilansir dari hasil analisis Stockbit, MSCI dinilai masih akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan dari kebijakan reformasi tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian terkait investability yang lebih luas.
BACA JUGA:Pasar Masih Dibayangi MSCI, IHSG Merosot Turun di Penutupan Sesi I
Dalam hal ini, penegasan soal cakupan, konsistensi, serta efektivitas ini diprediksi akan sama persis dengan pengumuman MSCI sebelumnya pada April 2026.
"Jika MSCI menilai kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat MSCI Index Review pada November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi tindakan yang tepat untuk pasar Indonesia, termasuk konsultasi mengenai reklasifikasi (penurunan status) Indonesia dari emerging market menjadi frontier market," tulis laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: