Ketepatan Distribusi Energi Jadi Kunci Tekan Risiko Biaya Industri

Kamis 02-07-2026,03:01 WIB
Ketepatan Distribusi Energi Jadi Kunci Tekan Risiko Biaya Industri

Keandalan rantai pasok energi primer menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya industri dan stabilitas pasokan listrik nasional.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Keandalan rantai pasok energi primer menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya industri dan stabilitas pasokan listrik nasional.

Di tengah masih tingginya kebutuhan pembangkit terhadap batubara, ketepatan distribusi dari titik muat hingga pembangkit menjadi semakin krusial untuk mengurangi risiko gangguan operasional di sektor hilir.

Dalam rantai pasok energi, keterlambatan kecil di satu titik dapat berdampak pada tahapan berikutnya.

Gangguan pada proses pengangkutan, antrian pelabuhan, kondisi cuaca, keterbatasan armada, hingga jadwal bongkar-muat dapat memengaruhi kelancaran pasokan ke pembangkit.

BACA JUGA:Pengamat Energi Soroti Pengungkapan Dugaan Korupsi BBM Pertamina, Minta Kasus Serupa Ikut Diusut

Pada akhirnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional, menekan efisiensi, dan mengganggu aktivitas industri yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Direktur PT Oktasan Baruna Persada, Tomi Hadi, mengatakan bahwa pengelolaan logistik energi membutuhkan disiplin operasional yang tinggi karena komoditas energi memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.

“Dalam logistik energi, keterlambatan di satu titik dapat berdampak pada tahapan pengiriman berikutnya. Karena itu, pengelolaan rantai pasok harus dilakukan secara presisi, mulai dari perencanaan, kesiapan armada, pemantauan perjalanan, hingga kepatuhan terhadap prosedur di titik muat dan bongkar,” ujar Tomi di Jakarta baru-baru ini. 

BACA JUGA:AQUA Perkenalkan Cold Chain AQF-460MG, Chest Freezer Modern dengan Pendinginan Maksimal dan Hemat Energi

Menurut Tomi, kompleksitas distribusi batubara tidak hanya terletak pada proses pemindahan komoditas dari satu lokasi ke lokasi lain.

Lebih dari itu, pelaku logistik perlu memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal agar tidak menimbulkan efek berantai atau bullwhip effect di sektor hilir.

Dalam manajemen rantai pasok, bullwhip effect merujuk pada kondisi ketika gangguan kecil di bagian hulu menimbulkan dampak yang lebih besar di bagian hilir.

Pada sektor energi, efek ini dapat muncul ketika keterlambatan pengiriman memengaruhi jadwal pasokan, ketersediaan stok, hingga kebutuhan penyesuaian operasional di tingkat pembangkit maupun pengguna energi.

“Karena rantai pasok energi melibatkan banyak titik kritis, perusahaan perlu memiliki sistem pemantauan yang kuat, standar proses yang jelas, serta sumber daya manusia yang memahami risiko operasional di lapangan. Teknologi membantu proses pengawasan, tetapi eksekusi tetap sangat bergantung pada disiplin dan kualitas manusia di setiap tahapan,” tambah Tomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait