Cara Kerja Nikotin dan Dampaknya pada Kemampuan Kognitif, Ini Kata Penelitian
Ilustrasi: peluang pemanfaatan produk berbasis nikotin sebagai bagian dari pendekatan pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction) untuk membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok.--Freepik
Studi yang dilakukan Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa nikotin dapat meningkatkan perhatian, daya ingat, dan pemrosesan kognitif, baik pada individu sehat maupun mereka yang mengalami gangguan kognitif ringan.
Peningkatan fungsi kognitif tersebut bahkan dinilai lebih nyata pada individu yang memiliki faktor risiko lebih tinggi terhadap penyakit Alzheimer.
"Berbagai penelitian klinis juga menunjukkan bahwa nikotin memiliki potensi untuk mendukung penanganan sejumlah kondisi lain, seperti depresi, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), sindrom Tourette, hingga skizofrenia," ungkap Mitchell.
Dalam pengembangannya, para peneliti mengeksplorasi berbagai metode penghantaran nikotin yang tidak melibatkan proses pembakaran tembakau, seperti penggunaan plester nikotin yang mampu memberikan kadar nikotin stabil tanpa paparan zat-zat berbahaya yang terdapat dalam asap rokok.
BACA JUGA:Kim Jong Un Diduga Kecanduan Alkohol dan Nikotin, Berat Badan Lebih Dari 140 Kilogram
Produk Tembakau Alternatif dan Upaya Menurunkan Prevalensi Merokok
Nikotin tidak tergolong zat karsinogen atau penyebab kanker menurut International Agency for Research on Cancer, dan National Health Service UK juga menegaskan bahwa nikotin tidak mengandung zat beracun seperti tar yang muncul dari proses pembakaran tembakau.
Sebagian besar bahaya merokok berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari nikotin. Meski bersifat adiktif, nikotin sendiri tidak menyebabkan kanker maupun penyakit paru-paru, dan juga telah digunakan dalam pendekatan untuk membantu perokok beralih dari kebiasaan merokok
Mantan Direktur WHO, Tikki Pangestu, menegaskan produk nikotin bebas asap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok.
BACA JUGA:Kim Jong Un Diduga Kecanduan Alkohol dan Nikotin, Berat Badan Lebih Dari 140 Kilogram
“Kendati tidak sepenuhnya bebas risiko, risiko relatif dari produk bebas asap ini secara substansial lebih rendah dibandingkan risiko merokok,” ujar Tikki dalam tulisannya di Nature Health bersama Robert Beaglehole dan Ruth Bonita.
Selain itu, ia mencontohkan sejumlah negara seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru yang telah menerapkan tobacco harm reduction untuk menurunkan prevalensi merokok.
Di negara-negara tersebut, penggunaan produk tembakau alternatif dikaitkan dengan penurunan jumlah perokok dan beban penyakit akibat kebiasaan tembakau.
“Komunikasi yang jelas dan berbasis bukti, termasuk dari WHO, bahwa sebagian besar bahaya tembakau berasal dari asap, bukan nikotin, akan membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh para perokok,” ujar Tikki dalam tulisan yang sama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: