Kepala BPOM Taruna Ikrar: Akses Terapi Inovatif Harus Tetap Utamakan Keamanan dan Mutu

Selasa 07-07-2026,17:50 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar: Akses Terapi Inovatif Harus Tetap Utamakan Keamanan dan Mutu

PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), sebuah perusahaan Zuellig Pharma, baru-baru ini menyambut kunjungan delegasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke National Distribution Center (NDC) APL di Cikarang.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar menegaskan percepatan akses masyarakat terhadap terapi inovatif harus tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu.

Menurutnya, sinergi antara regulator dan industri kesehatan menjadi kunci agar inovasi di bidang pengobatan dapat dihadirkan lebih cepat tanpa mengabaikan standar pengawasan yang ketat.

Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, menegaskan pentingnya kepatuhan dan sinergi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

“Regulator dan industri merupakan mantra strategis yang memiliki tujuan Bersama untuk memastikan ketersediaan produk Kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi Masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen APL dalam menjaga standar tinggi distribusi produk Kesehatan, menghadirkan terapi-terapi inovatif di Indonesia, serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional Perusahaan. Praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan tidak hanya memperkuat ketahanan operasianal perusahaan, tetapi juga mendukung penguatan ekosistem kesehatan Indonesia dalam jangka panjang,” katanya. 

BACA JUGA:Lindungi Konsumen, BPOM Dorong Industri Lakukan Pengawasan Pangan Mandiri

Hal itu diungkapkan saat PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), sebuah perusahaan Zuellig Pharma, baru-baru ini menyambut kunjungan delegasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke National Distribution Center (NDC) APL di Cikarang.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan APL sebagai salah satu pelopor dalam industri kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi BPOM meninjau fasilitas distribusi mutakhir APL yang beroperasi sesuai dengan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

BACA JUGA:Sekolah Jadi Awal Budaya Hidup Sehat, Kemendikdasmen dan BPOM Edukasi Pangan Aman

APL juga memaparkan perkembangan implementasi system barcode 2D yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan BPOM.

Delegasi BPOM turut mengunjungi fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) APL sebagai salah satu upaya perusahaan dalam mendukung transisi menuju operasional yang lebih bersih dan efisien dalam penggunaan energi.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon yang mencerminkan komitmen Bersama BPOM dan APL dalam menjaga kelestarian lingkungan serta membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Christophe Piganiol, Presiden Direktur, APL, mengatakan knjungan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi yang erat antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem kesehatan yang terpercaya.

"Kami terus berkomitmen untuk menjalankan keunggulan operasional sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional kami. Bagi kami, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan juga berarti memberikan dampak positif bagi Masyarakat dan lingkungan," jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: