Respons Gus Yahya Soal Ucapan Cak Imin 'PBNU Butuh Pemimpin Baru yang Fresh'
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan jajarannya-ist-
JAKARTA, DISWAY.ID– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut PBNU butuh pemimpin baru yang "fresh".
Gus Yahya merespons dengan tegas dan menyindir balik pernyataan tersebut.
Dalam responsnya, Gus Yahya menilai Cak Imin kurang memahami dinamika dan perkembangan organisasi NU.
BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar di Jombang, Ketua Umum PBNU Pastikan Tidak Ada Cawe-cawe Presiden
Menurutnya, Cak Imin seumur hidup belum pernah menjadi pengurus di semua tingkatan kepengurusan NU, sehingga kurang mengerti kondisi sebenarnya di lapangan.
“Beliau kurang mengerti NU. Seumur hidup belum pernah jadi pengurus di semua tingkatan,” ujar Gus Yahya, seperti dikutip dari keterangan persnya.
Gus Yahya juga mempersilakan Cak Imin untuk melihat langsung berbagai yang diklaimnya sebagai keberhasilan yang telah dicapai PBNU selama periode kepemimpinannya.
Ia menegaskan siap kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang.
BACA JUGA:Pemerintah Gandeng Danantara Re-Design Eks Hotel Sultan, Bakal Jadi Ikon Baru Indonesia
Pernyataan Cak Imin sebelumnya menyebut bahwa PBNU saat ini butuh pemimpin baru karena lima tahun terakhir dinilai tidak ada perubahan signifikan.
Pernyataan itu disampaikan di Kemang, Jakarta, beberapa hari lalu.
Kontroversi ini semakin memanaskan suhu menjelang Muktamar NU pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.
Publik Nahdliyin kini menantikan bagaimana dinamika internal organisasi terbesar di Indonesia ini akan berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: