5 Tips Aman Berinvestasi dari Amartha dan CFP, Nomor 1 Sering Diabaikan Investor Pemula

Kamis 16-07-2026,16:56 WIB
5 Tips Aman Berinvestasi dari Amartha dan CFP, Nomor 1 Sering Diabaikan Investor Pemula

Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati bersama Amartha membagikan lima tips aman berinvestasi yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat.--Amartha

“Bagi mereka yang kebutuhan keuangan dasarnya sudah terpenuhi, mulai muncul keinginan untuk memahami ke mana dana investasi ditempatkan dan dikelola, serta nilai tambah apa yang dapat dihasilkan. Investasi yang terhubung dengan pembiayaan produktif UMKM dapat menjadi pilihan selama investor tetap memahami legalitas, mekanisme, risiko, dan potensi imbal hasilnya,” kata Lolita.

BACA JUGA:Hadirkan Rumah Sahabat, BCA Syariah Ajak Masyarakat Lebih Kenal Finansial Berbasis Syar'i

Dukung 4 Juta UMKM Perempuan

Selama lebih dari 16 tahun, Amartha telah menyalurkan modal usaha kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di perdesaan dengan total permodalan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp47 triliun.

Nilai ganda tersebut mendapat sambutan positif dari investor ritel, tercermin dari tingginya minat terhadap Amartha Prosper sejak diluncurkan pada Januari 2026.

Selain menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik, Amartha Prosper juga menjadi alternatif investasi di luar aset konvensional sehingga dapat membantu investor mendiversifikasi portofolio, sembari juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Hadirkan Rumah Sahabat, BCA Syariah Ajak Masyarakat Lebih Kenal Finansial Berbasis Syar'i

“Investasi pada pembiayaan produktif UMKM merupakan pilihan investasi jangka menengah hingga jangka panjang sejalan dengan kebutuhan pembiayaan UMKM dengan beragam siklus usaha. Dengan berinvestasi melalui Amartha Prosper, masyarakat tidak hanya merencanakan masa depan keuangan mereka, tetapi juga turut memperluas akses pembiayaan bagi sektor riil yang mendorong pertumbuhan ekonomi.” tutup Julie.

Pada 2025, UMKM yang didukung Amartha mendorong terciptanya sekitar 90.000 lapangan pekerjaan baru melalui perekrutan karyawan pertama oleh pelaku UMKM, 86% di antaranya adalah perempuan.

Hal ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi UMKM perempuan tidak hanya mampu memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan peluang kerja pada masyarakat sekitar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait