IKA PTKIN Teguhkan Komitmen Penguatan Kualitas Alumni di Tengah Persaingan Global

Jumat 17-07-2026,23:40 WIB
Reporter: M Purwadi |
IKA PTKIN Teguhkan Komitmen Penguatan Kualitas Alumni di Tengah Persaingan Global

Ketua Umum Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN), Idrus Marham dalam Konferensi Pers IKA PTKIN di Jakarta, Jumat (17/7/2026).-Dok/Disway.id-

Menurutnya, semangat bekerja sama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi agar potensi alumni PTKIN dapat menjadi kekuatan strategis bagi kemajuan umat dan bangsa.

"Dengan mengedepankan kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral, saya yakin alumni PTKIN mampu memberikan kontribusi yang jauh lebih besar bagi kemajuan Indonesia," ungkapnya.

Forum Nasional IKA PTKIN sendiri menghimpun alumni dari 59 PTKIN di seluruh Indonesia dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari guru besar, menteri, anggota DPR, akademisi, pengusaha, dai, hingga seniman. Potensi tersebut menjadi modal besar bagi IKA PTKIN untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Selain fokus pada penguatan kualitas alumni, IKA PTKIN juga berkomitmen memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. 

Idrus menjelaskan, organisasi akan memfokuskan diri pada penyusunan konsep dan rekomendasi kebijakan terhadap berbagai persoalan masyarakat, seperti kemiskinan, pendidikan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pemberdayaan ekonomi umat, hingga isu-isu sosial lainnya.

Idrus menegaskan, seluruh rekomendasi yang dihasilkan harus memiliki landasan akademik yang kuat. Setiap gagasan akan disusun berdasarkan hasil penelitian, riset, dan kajian ilmiah yang melibatkan para akademisi dan guru besar yang menjadi bagian dari IKA PTKIN.

"IKA PTKIN memiliki kekuatan intelektual yang besar. Karena itu, setiap rekomendasi yang kami sampaikan harus berbasis fakta, data, dan penelitian sehingga benar-benar dapat menjadi solusi bagi masyarakat," katanya.

Meski menjadi mitra strategis pemerintah, Idrus menegaskan IKA PTKIN akan tetap menjalankan fungsi kritis sebagai organisasi intelektual. 

Namun, kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai masukan yang objektif, rasional, berbasis data, dan berorientasi pada penyempurnaan kebijakan publik.

"Kritik yang kami bangun adalah kritik yang menghadirkan solusi. Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi membantu melahirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada kepentingan rakyat," tegasnya.

Idrus menambahkan, semangat pengabdian IKA PTKIN dilandasi niat untuk membangun bangsa dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Ke depan, organisasi ini akan terus menjadi ruang dialog yang terbuka bagi seluruh elemen bangsa dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Sebagai contoh, ia menyebut persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sosial semata, tetapi juga memerlukan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas pendidikan agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya. 

"IKA PTKIN akan terus membuka ruang diskusi dan kolaborasi dengan semua pihak agar solusi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: