Prabowo Heran Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Kok Bisa Minyak Goreng Langka?

Senin 20-07-2026,18:13 WIB
Prabowo Heran Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Kok Bisa Minyak Goreng Langka?

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan -Setpres -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu. Ia menilai hal ini tak masuk akal.

Sebab, kata dia, Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng. Sesuatu yang tidak masuk akal," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026.

BACA JUGA:Prabowo: Pemimpin Indonesia Selama Ini Kerap Ditakut-takuti Rating Agency

Keheranan Prabowo itu sekaligus menyinggung adanya praktik penyimpangan dalam tata niaga komoditas, termasuk kelapa sawit.

Ia mengungkapkan praktik seperti under-invoicing, transfer pricing, hingga penyelundupan telah menyebabkan kebocoran kekayaan negara mencapai ratusan miliar dolar AS setiap tahun.

"Saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita. Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita. Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik under-invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, dan penyelundupan," jelas Prabowo.

BACA JUGA:Prabowo Ancam Cabut HGU, HGB hingga IUP yang Mangkrak 6 Bulan

Menurut Prabowo, praktik-praktik tersebut tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga mengganggu tata niaga komoditas strategis, termasuk kelapa sawit yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

Ia menilai kondisi itu menjadi ironi mengingat Indonesia merupakan

Prabowo mengatakan berbagai penyimpangan tersebut telah lama diketahui, baik berdasarkan data lembaga internasional maupun oleh pelaku ekonomi di dalam dan luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola agar kebocoran kekayaan negara dapat dihentikan.

BACA JUGA:Sumardji Bocorkan Kondisi Terbaru Timnas Indonesia Anak Asuh John Herdman Jelang Piala AFF 2026

Menurutnya, pembenahan tata niaga komoditas, termasuk sawit, menjadi langkah penting untuk memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dinikmati secara optimal oleh Indonesia, termasuk melalui harga yang lebih sehat bagi petani dan industri domestik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: