Indonesia Pimpin ASEAN Smart Cities, Isu Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas
Dalam forum tersebut, Safrizal memaparkan perkembangan 18 proyek smart city yang dijalankan enam kota anggota ASCN Indonesia, yakni DKI Jakarta, Banyuwangi, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Indonesia memimpin pembahasan strategis pengembangan kota cerdas dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting dengan mengangkat pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai agenda prioritas bagi negara-negara ASEAN.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA yang juga menjabat sebagai National Representative dan Shepherd ASEAN Smart Cities Network (ASCN).
BACA JUGA:Kok Tega Paman di Bekasi Lakukan Rudapaksa ke Keponakan Selama 9 Tahun? Polisi Beberkan Motifnya
Meski semula dijadwalkan berlangsung di Filipina, pertemuan tahunan ASCN tahun ini digelar secara daring setelah Pemerintah Filipina selaku Ketua ASCN 2026 menyesuaikan pelaksanaan dengan perkembangan situasi di kawasan. Banyuwangi ditunjuk sebagai pusat pelaksanaan delegasi Indonesia.
Dalam forum tersebut, Safrizal memaparkan perkembangan 18 proyek smart city yang dijalankan enam kota anggota ASCN Indonesia, yakni DKI Jakarta, Banyuwangi, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar.
"Berdasarkan ASCN Monitoring and Evaluation Report 2025, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 13,4 persen dari total 134 proyek ASCN di kawasan ASEAN," katanya kepada awak media, Rabu 22 Juli 2026.
BACA JUGA:Sadis OPM TPNPB Eksekusi Mati Wanita Papua di Tengah Jalan, Sepasang Warga Sipil Jadi Korban
Menurutnya, berbagai proyek tersebut mencakup digitalisasi layanan publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, pelayanan kesehatan berbasis teknologi, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Indonesia juga memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai anggota baru ASEAN Smart Cities Network.
Diungkapkannya, dengan bergabungnya kedua daerah tersebut, jumlah kota asal Indonesia yang tergabung dalam jaringan ASCN kini bertambah menjadi enam.
Penambahan anggota ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan ASEAN terhadap komitmen Indonesia dalam mengembangkan kota cerdas.
BACA JUGA:Sadis OPM TPNPB Eksekusi Mati Wanita Papua di Tengah Jalan, Sepasang Warga Sipil Jadi Korban
Di sisi lain, langkah tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama internasional, mengakses inovasi, dan mengembangkan proyek pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Sebagai Shepherd ASCN tahun 2026, Indonesia menjadikan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai isu strategis kawasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: