Sudaryono Klaim MBG Jadi 'Pacman' Pertanian, Atasi Oversupply Hasil Panen

Rabu 22-07-2026,18:35 WIB
Sudaryono Klaim MBG Jadi 'Pacman' Pertanian, Atasi Oversupply Hasil Panen

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Istana Kepresidenan, Jakarta-Anisha-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak sektor pertanian dengan menyerap hasil produksi petani. 

Ia bahkan mengibaratkan program tersebut seperti "Pacman" yang mampu menyerap berbagai komoditas pangan dalam jumlah besar.

"Ini adalah program grande. Saya di beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini ibarat pacman. Jadi apa-apa dimakan," kata Sudaryono usai dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

BACA JUGA:Sudaryono Mengaku Tak Punya SPPG, Minta Publik Laporkan Oknum yang Jual Namanya

Menurut Sudaryono, kebutuhan bahan baku yang besar dalam Program MBG akan membuka pasar bagi produk pertanian nasional sehingga persoalan kelebihan pasokan yang selama ini kerap dialami petani dapat dikurangi.

Ia mencontohkan, sebelumnya sempat terjadi kasus peternak membuang susu maupun petani membuang hasil panen karena tidak terserap pasar. 

Dengan adanya Program MBG, ia berharap kondisi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi.

"Kalau kita lihat dulu ada orang mandi-mandi susu, sekarang insyaallah tidak ada lagi. Ada orang buang-buang wortel, insyaallah tidak ada lagi. Ada petani buang-buang sayuran, buang-buang bawang, dan lain-lain, insyaallah dengan program ini," ujarnya.

Sudaryono mengatakan tantangan yang masih perlu dibenahi adalah sistem distribusi pangan agar pasokan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata. 

BACA JUGA:Menteri PU Bertemu Kepala BKN, Bongkar Masalah ASN dari Absen hingga Judi Online

Salah satu perhatian utama ialah pemerataan ketersediaan telur dan daging ayam di luar Pulau Jawa yang selama ini dinilai masih kurang, sementara di Pulau Jawa justru terjadi kelebihan pasokan.

"Yang tinggal kita perhatikan adalah urusan distribusi. Salah satunya pemenuhan telur dan ayam yang tersebar di luar Jawa, karena secara distribusi di luar Jawa masih dipandang kurang dan terjadi oversupply di Pulau Jawa," jelasnya.

Selain mendorong penyerapan hasil pertanian, Sudaryono menegaskan Program MBG tetap berfokus pada penyediaan asupan gizi yang berkualitas bagi kelompok penerima manfaat, mulai dari anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran Program MBG berasal dari masyarakat sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan dipertanggungjawabkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: