Gempa M 6,8 di Jepang, 200 Orang Terjebak di Runtuhan Aeon Mall Kumamoto
Diketahui pula bahwa ada sekitar 200 orang telah berlindung di tempat parkir Aeon Mall Kumamoto-dok NHK News-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah selatan Jepang pada Selasa 28 Juli 2026.
Akibat gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan rusak yang salah satunya menimbulkan ledakan dan asap putih yang mengepul dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto.
Dilansir dari laman NHK News, menurut markas tanggap bencana Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana setempat, mereka telah menerima informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kamimashiki, yang memiliki yurisdiksi atas gedung tersebut, bahwa lantai dua telah runtuh dan banyak orang terjebak di dalamnya.
Dinas pemadam kebakaran saat ini sedang berupaya untuk mengkonfirmasi situasi tersebut.
Selain itu, ada laporan mengenai korban luka, dan beberapa orang sedang dilarikan ke rumah sakit.
Menurut petugas kepolisian dan pemadam kebakaran, sekitar pukul 6 sore pada tanggal 28, beberapa laporan diterima mengenai "ledakan dan asap putih yang mengepul" dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima.
BACA JUGA:Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Wilayah Pesisir Laut Sempat Dihantui Ancaman Tsunami
Diketahui pula bahwa ada sekitar 200 orang telah berlindung di tempat parkir pada pusat perbelanjaan tersebut.
"Saat saya sedang membersihkan bagian dalam restoran, saya mendengar suara 'boom' yang keras. Setelah itu, awan debu besar membubung dari arah 'Aeon Mall Kumamoto',” ujar Seorang karyawan restoran di dekat "Aeon Mall Kumamoto"
Sementara itu, saksi mata lain yang berprofesi sebagai sopir taksi juga mengungkapkan akibat gempa, tembok itu tiba-tiba roboh.
"Terdengar suara 'dentuman' keras seperti gempa bumi, dan sebuah dinding dari Aeon Mall Kumamoto roboh. Dinding itu menimpa sebuah mobil yang sedang melaju di jalan terdekat,” ujarnya.
Menanggapi bencana gempa di Khasima ini, Sekretaris Kabinet Utama Kihara mengatakan pihaknya saat ini sedang memastikan seberapa besar kerusakannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: