Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Berdinding Bambu, Begini Kisah Mariyanto Penerima Program RSLH
Kisah Mariyanto menjadi salah satu cerita dari Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahap kedua di Kabupaten Kudus.--istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID – “Kapan ya, Pak, rumah kita bagus kayak punya tetangga?”
Pertanyaan sederhana itu kerap dilontarkan anak Mariyanto. Namun bagi pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi servis elektronik tersebut, menjawabnya bukan perkara mudah.
Penghasilan Mariyanto yang tidak menentu membuat keinginan memperbaiki rumah harus menunggu datangnya rezeki. Bertahun-tahun, ia bersama istri dan anaknya tinggal di rumah yang kondisinya sudah tidak lagi layak.
Rumah di Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, itu hanya memiliki satu kamar.
Sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Nojorono Kudus Lanjutkan Program RSLH, Fokus Bangun Rumah Layak Huni di Kabupaten Kudus
Kayu penyangga rumah mulai lapuk. Atap bocor karena banyak genteng pecah. Dindingnya masih berupa anyaman bambu, sedangkan lantainya masih tanah.
Kondisi tersebut membuat rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan Mariyanto memenuhi kebutuhan keluarganya.
Ketika anaknya bertanya kapan rumah mereka bisa bagus seperti rumah tetangga, Mariyanto hanya bisa memberikan jawaban sederhana.
“Nanti kalau ada rezeki ya, Nak,” begitu jawabnya.
BACA JUGA:Lanjutkan Program RSLH, PT Djarum Renovasi 25 Rumah di Purbalingga dan Banjarnegara
Kini, kondisi rumah tersebut telah berubah.
Rumah Mariyanto telah direnovasi dan dibangun ulang menjadi hunian yang lebih layak.
Rumah yang sebelumnya hanya memiliki satu kamar kini mempunyai dua kamar dan kamar mandi yang lebih memadai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: