76 Ultimate Downhill 2026 Masuki Seri Final di Kudus, Agung Prio dan Putra Ganda Berebut Gelar Juara

Senin 26-10-2026,14:19 WIB
76 Ultimate Downhill 2026 Masuki Seri Final di Kudus, Agung Prio dan Putra Ganda Berebut Gelar Juara

Ternadi Bike Park Jadi Penentu Juara 76 Ultimate Downhill 2026---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Persaingan menuju gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026 memasuki babak penentuan.

Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, akan menjadi lokasi seri ketiga sekaligus final battle yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Ajang downhill ekstrem besutan 76Rider tersebut diprediksi menghadirkan persaingan ketat, terutama di kelas Men Elite dan Men Junior.

Setelah melewati dua seri di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, serta Arjuno Bike Park, Pasuruan, para pembalap kini memiliki kesempatan terakhir untuk mengamankan posisi terbaik dalam klasemen akhir.

Ketatnya persaingan terlihat dari klasemen sementara Men Elite. Agung Prio Apriliano memimpin dengan koleksi 510 poin, disusul Putra Ganda Arrozak yang mengumpulkan 400 poin.

Sementara itu, Yosi Saputro berada di peringkat ketiga dengan 267 poin, diikuti Andy Prayoga dengan 262 poin dan Mohammad Abdul Hakim yang mengantongi 220 poin.

Perbedaan poin tersebut membuat persaingan menuju gelar juara umum masih terbuka. Meski Agung Prio berada di posisi teratas, Putra Ganda memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan pada seri terakhir. Secara matematis, Yosi Saputro, Andy Prayoga, dan Mohammad Abdul Hakim juga belum sepenuhnya kehilangan kesempatan.

Perubahan Lintasan Bikin Persaingan 76 Ultimate Downhill Lebih Terbuka

Perwakilan 76Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, menilai kompetisi tahun ini berlangsung lebih dinamis karena perubahan lokasi dan karakter lintasan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pergantian venue, termasuk tidak digunakannya Klangon Bike Park dan Klemuk Bike Park, membuat para pembalap harus beradaptasi dengan tantangan yang berbeda.

Menurut Agnes, sekitar 70 persen lintasan pada musim ini berbeda dibandingkan dua tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat kemampuan mengingat jalur saja tidak cukup untuk meraih hasil maksimal.

“Terjadi persaingan yang dinamis, tidak hanya di Men Elite tetapi juga di semua kelas. Penyebabnya adalah 70 persen lintasan tahun ini berbeda dengan dua tahun ke belakang. Ketika faktor hafalan tidak lagi ada di benak rider, mereka harus menyusun strategi baru menghadapi kejuaraan. Jadi, rider yang cepat bukan karena memori hafalan lintasan, tapi harus memiliki kecepatan beradaptasi, juga perhitungan teknis serta non teknis yang tepat dan terukur dalam menghadapi sebuah lintasan. Sekalipun ada repetisi penggunaan lintasan, kami selalu berusaha membuat perubahan,” kata Agnes.

Ia memperkirakan seri final di Ternadi Bike Park akan kembali menyuguhkan pertarungan ketat. Selain kelas Men Elite, perhatian juga tertuju pada Men Junior yang memiliki selisih poin cukup tipis di antara tiga pembalap teratas.

Dimas Aradhana sementara memimpin klasemen Men Junior dengan 360 poin. Ia hanya unggul 40 poin dari Ahmad Nasywa Ridhodin yang mengoleksi 320 poin. Nazwa Agazani menempati peringkat ketiga dengan 280 poin.

Agnes mencontohkan persaingan musim lalu ketika Pahraz Salman Alparisi memimpin klasemen hingga seri kedua, tetapi gelar juara umum akhirnya diraih Pandu Satrio Perkasa. Situasi tersebut menunjukkan bahwa hasil akhir masih dapat berubah pada seri penutup.

“Berkaca dari tahun lalu, Pahraz Salman Alparisi menguasai klasemen hingga seri kedua tahun lalu tetapi Pandu Satrio Perkasa yang keluar sebagai juara umum. Namun, tahun ini berganti menjadi Agung Prio, Putra Ganda, dan Yosi Saputro, nama-nama yang tahun lalu bahkan tidak terdengar. Artinya, kualitas rider Men Elite sangat merata, tinggal siapa yang mampu menampilkan performa terbaik dan perhitungan akurat akan keluar sebagai juara umum. Di kelas Men Junior pun tidak kalah menarik karena 2026 adalah tahun terakhir bagi tiga rider teratas di klasemen, yaitu Dimas, Ridho, dan Agazani. Mereka harus tampil habis-habisan demi menyandang status Junior Champion karena kesempatan itu tidak bisa diulang tahun depan,” terang Agnes.

Penyelenggara Siapkan Penyesuaian Lintasan dan Sistem Waktu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait