Mengenal Festival Dandangan Kudus, Tradisi Budaya Jelang Ramadan dan Edukasi Sampah
Festival Dandangan 2026 Kudus kembali dihelat jelang bulan suci Ramadan.-Hasyim Ashari/Disway.id-
KUDUS, DISWAY.ID -- Festival Dandangan 2026 di Kudus, Jawa Tengah, kembali hadir sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan.
Tradisi yang berakar sejak masa Sunan Kudus ini bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga terus bertransformasi menjadi ruang penggerak ekonomi sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Lonjakan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator kuat tingginya antusiasme publik. Pada penyelenggaraan 2025, kunjungan harian tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 16 ribu orang per hari.
Di balik kemeriahan itu, tantangan baru pun muncul, terutama terkait pengelolaan sampah dari aktivitas konsumsi pengunjung.
BACA JUGA:1.824 Orang Kaya Masuk PBI BPJS, Menkes Klaim Data Dibersihkan 3 Bulan
Pemerintah Kabupaten Kudus menyadari bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, tingginya mobilitas pengunjung berpotensi memicu peningkatan timbulan sampah dan berdampak pada kenyamanan serta lingkungan sekitar.
Apalagi, kontribusi sampah dari Kudus pada 2024 tercatat mencapai sekitar 0,45 persen dari timbulan nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Kudus menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas, untuk memastikan Dandangan 2026 berjalan lebih tertib dan ramah lingkungan.
Salah satu kolaborasi yang mendapat perhatian adalah keterlibatan Djarum Foundation melalui program Bakti Lingkungan.
BACA JUGA:11 Tersangka Kasus Korupsi CPO, Mulai Pejabat Bea Cukai hingga Kemenperin
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan festival berskala besar. Menurutnya, Dandangan bukan hanya ruang pelestarian tradisi, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Festival ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah, dan menciptakan suasana yang aman serta nyaman,” ujar Bellinda ditemui di Kudus, Selasa 10 Februari 2026.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bakti Lingkungan Djarum Foundation menyediakan 60 unit tempat sampah terpilah yang ditempatkan di titik-titik strategis area Dandangan.
Tempat sampah tersebut dibagi ke dalam tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu, guna membiasakan pengunjung memilah sampah sejak dari sumbernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: