Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Berdinding Bambu, Begini Kisah Mariyanto Penerima Program RSLH

Selasa 22-09-2026,06:00 WIB
Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Berdinding Bambu, Begini Kisah Mariyanto Penerima Program RSLH

Kisah Mariyanto menjadi salah satu cerita dari Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahap kedua di Kabupaten Kudus.--istimewa

“Pada momentum HUT Ke-477 Kabupaten Kudus ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas kepedulian dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sam'ani.

BACA JUGA:Yuni Kartika Ungkap Kualitas Talenta Putri di Audisi PB Djarum Kudus: Sedikit Bukan Berarti Tak Berkualitas

Ia juga menyampaikan harapan agar semangat kepedulian tersebut terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, Program RSLH merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di rumah dengan kondisi rusak parah dan tidak memiliki kemampuan untuk memperbaikinya secara mandiri.

Program tersebut diawali dengan pendataan dan usulan dari pemerintah setempat. Setelah itu dilakukan proses verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai.

Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam proses pembangunan sebagai bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan.

“Melalui Program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus,” kata Budiharto.

BACA JUGA:Como 1907 Ciptakan Sejarah! Klub Djarum Group Debut UCL 2026/2027 Menang, Tempel Ketat MU di Klasemen

Ia berharap persoalan hunian yang tidak layak dapat dikurangi sehingga masyarakat penerima manfaat tidak lagi terbebani dengan kondisi rumah dan dapat lebih fokus menjalani aktivitas sehari-hari.

Setiap rumah yang dibangun mengedepankan tiga aspek utama, yakni keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.

“Rumah yang kami bangun ulang merupakan rumah dengan kategori rusak parah dan penerima manfaat yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki. Di sinilah peran pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu menangani kesejahteraan warga kurang mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Culture Development Polytron David Setyadi Rahardjo mengatakan keterlibatan Polytron dalam Program RSLH 2026 merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Dua pabrik Polytron yang berada di Kudus menjadi salah satu alasan perusahaan ikut mengambil bagian dalam program tersebut.

BACA JUGA:Yuni Kartika Ungkap Kualitas Talenta Putri di Audisi PB Djarum Kudus: Sedikit Bukan Berarti Tak Berkualitas

“Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kudus, kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung khususnya dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi,” kata David.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: