Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Berdinding Bambu, Begini Kisah Mariyanto Penerima Program RSLH

Selasa 22-09-2026,06:00 WIB
Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Berdinding Bambu, Begini Kisah Mariyanto Penerima Program RSLH

Kisah Mariyanto menjadi salah satu cerita dari Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahap kedua di Kabupaten Kudus.--istimewa

Bagi Mariyanto, perubahan tersebut bukan sekadar soal bangunan baru.

Rumah yang lebih nyaman membuat anak dan istrinya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah sangat nyaman untuk ditempati. Tidak bisa berkata-kata, kami sangat bahagia. Anak dan istri kini lebih rajin belajar dan dapat beribadah dengan nyaman,” kata Mariyanto.

Ia pun berharap semakin banyak keluarga yang mengalami kondisi serupa bisa mendapatkan kesempatan untuk memiliki hunian yang lebih layak.

“Sekarang rumah kami memiliki dua kamar dan kamar mandi yang bagus. Semoga program RSLH terus berjalan sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan dapat terbantu dan menata hidup mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA:Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT Djarum di Kudus

Kisah Mariyanto menjadi salah satu cerita dari Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tahap kedua di Kabupaten Kudus.

Dalam program tersebut, sebanyak 164 rumah telah selesai direnovasi dan dibangun ulang. Total nilai bantuan mencapai Rp11,4 miliar.

Program RSLH tahap kedua tersebar di delapan kecamatan, yakni Bae, Dawe, Jati, Jekulo, Kaliwungu, Gebog, Undaan, dan Mejobo.

Dari total 164 rumah tersebut, sebanyak 109 rumah dibangun melalui dukungan PT Djarum, sedangkan 55 rumah melalui dukungan PT Hartono Istana Teknologi atau Polytron.

BACA JUGA:Hastomo Arbi Bongkar Cara PB Djarum Pilih Super Tiket Bagi Talenta Muda

Setiap rumah mendapatkan bantuan sekitar Rp70 juta yang diwujudkan dalam pembangunan hunian dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.

Penyerahan bantuan RSLH tahap kedua secara simbolis dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus pada 21 September 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.T. mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dengan PT Djarum dan Polytron melalui program tersebut.

Menurut Sam'ani, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu bentuk gotong royong dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: