Sarwendah Buka Suara Soal Isu Ikut Pesugihan di Gunung Kawi: Ini Bukan Ritual!
Sarwendah Klarifikasi Soal Isu Pesugihan di Gunung Kawi---wikipedia
Ia menegaskan bahwa sama sekali tidak ada unsur pesugihan dalam kegiatannya tersebut.
"Pas datang kita disuruh kayak matur nuwun lah, izin. Jadi ada adat di situ yang harus dilakukan. Harus makan nasi kuning, pokoknya bareng-bareng sama kru gitu. Adat lah gitu ya," ungkapnya.
Sarwendah bahkan bersumpah tidak pernah mendengar kata "pesugihan" sekalipun selama berada di lokasi.
"Enggak ada kata-kata pesugihan itu, 1000 persen enggak ada," katanya dengan penuh penekanan.
Menariknya, Sarwendah juga mengungkapkan bahwa juru kunci atau kuncen yang menemaninya selama di Gunung Kawi telah memberikan pernyataan resmi di media sosial yang membantah adanya ritual pesugihan.
Namun, ia menyayangkan bahwa klarifikasi dari pihak kuncen tersebut tidak mendapatkan pemberitaan yang seimbang.
"Kuncen yang nemenin aku pun udah ngomong kok di media sosial kalau misalnya tidak ada ritual, tidak ada pesugihan sama sekali yang aku lakukan, tapi berita itu sepertinya tidak naik ya," ungkapnya sembari tersenyum sinis. "Kalau fakta biasanya susah naik," timpal pembawa acara.
BACA JUGA:Sarwendah Bantah Tudingan Lakukan Eksploitasi Anak Lewat Live Jualan, Begini Klarifikasinya...
Video Dipotong dan Disalahartikan
Sarwendah juga menyoroti fenomena peredaran video-video yang dipotong secara tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan kesan yang salah kepada publik.
Menurutnya, banyak oknum yang dengan sengaja memotong dan menyalahartikan konten-konten yang ia buat sehingga menimbulkan persepsi negatif.
"Banyak video-videoku yang dipotong terus menyalahartikan ini. Aku minta maaf karena udah banyak orang-orang yang motong sehingga apa yang aku edukasikan jadi enggak sesuai," ujarnya.
Sarwendah bahkan menceritakan bahwa dalam kontennya, ia justru mengedukasi penonton bahwa pesugihan dan tumbal adalah bentuk pembodohan.
Ia juga menyebutkan fakta sejarah bahwa isu pesugihan di Indonesia baru muncul pada abad ke-19.
"Sebenarnya yang aku edukasikan itu sama, kita mengedukasikan di sana enggak pernah ada pesugihan. Pesugihan tumbal itu pembodohan. Bahkan aku nyeritain sejarah-sejarahnya sebenarnya di Indonesia isu pesugihan baru muncul abad 19 dan semacamnya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: