Tingkatkan Kompetensi TKBM, IPCC Gelar Pelatihan Sertifikasi Basic K3
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Wing Megantoro, mengatakan TKBM merupakan bagian krusial dari ekosistem operasional terminal sehingga keselamatan mereka menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar, dan P-Dok. IPCC-
JAKARTA, DISWAY.ID - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Basic K3 bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berkolaborasi dengan Badan Diklat TKBM Indonesia.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni pada 12–13 Agustus 2026, bertempat di Ruang Dojo, Terminal Internasional, Branch Jakarta, dan diikuti oleh 36 TKBM di lingkungan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.
Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan IPCC dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kepelabuhanan.
BACA JUGA:Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu 2027, Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS
Program ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi para pekerja bongkar muat di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam memahami risiko kecelakaan kerja, mengidentifikasi potensi bahaya, menggunakan alat pelindung diri, serta melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Melalui program ini, IPCC ingin memastikan setiap TKBM yang beraktivitas di lingkungan terminal memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan K3 yang memadai dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup pemahaman terhadap Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dasar-dasar K3 dan identifikasi potensi bahaya di tempat kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat, hingga penanganan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
BACA JUGA:Terindikasi Judol, 1,49 Juta Penerima Bansos Ditangguhkan! Mensos Beri Peringatan Keras
Seluruh materi disampaikan oleh instruktur yang kompeten di bidangnya agar peserta benar-benar memahami risiko kecelakaan kerja dan mampu mengambil langkah pencegahan maupun penanganan awal yang tepat.
Di akhir rangkaian pelatihan, peserta juga akan mengikuti sesi evaluasi guna mengukur pemahaman yang telah diperoleh selama dua hari pelatihan berlangsung.
Pelaksanaan program ini turut didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Serikat Pekerja TKBM Indonesia, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara, serta Badan Diklat TKBM Indonesia.
Kolaborasi tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan organisasi pekerja dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.
BACA JUGA:Ketika Fathimah BEM UI Menangis karena Prihatin Kondisi Rakyat yang Dijajah Pemerintah Sendiri
Manajemen IPCC turut hadir dalam kegiatan melalui Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Senior Manager SDM dan Umum, serta Branch Manager Jakarta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: