Dampingi 20 Perusahaan, Kemnaker Dorong Perbaikan Sistem Kerja dan Produktivitas

Senin 24-08-2026,12:26 WIB
Dampingi 20 Perusahaan, Kemnaker Dorong Perbaikan Sistem Kerja dan Produktivitas

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa pelaksanaan perbaikan sistem tersebut nantinya akan melibatkan sebanyak 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional-Dok. Kemnaker -

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap mendampingi 20 perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan memperbaiki sistem kerja. 

Program tersebut menyasar perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan selama September hingga November 2026.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa pelaksanaan perbaikan sistem tersebut nantinya akan melibatkan sebanyak 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional.

BACA JUGA:2 Kali Operasi Katarak Ditanggung JKN, Penglihatan Arbai Kembali Jelas

"Peningkatan produktivitas perusahaan tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga perlu diikuti perbaikan tata kelola dan proses kerja secara menyeluruh," ucap Yassierli kepada media di Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Yassierli juga turut menambahkan bahwa untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan, program ini menerapkan pendekatan company-based productivity improvement.

Nantinya, pendampingan diawali dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana peningkatan produktivitas, implementasi perbaikan, serta monitoring dan evaluasi dampak.

"Teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ucap Yassierli.

BACA JUGA:Dijanjikan Upah Rp25 Juta, Kurir Diringkus Polri Gegara Edarkan 857 Cartridge Etomidate Senilai Rp2,56 M

Adapun bentuk intervensi disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Beberapa diantaranya adalah melalui peningkatan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, pengurangan pemborosan, tata kelola tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan kualitas produksi dan pelayanan.

Dengan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai proses peningkatan produktivitas dengan berinteraksi bersama perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait