Kawasan Baduy Masuki Puncak Musim Durian, Penjualan Melimpah
Panen duren di Kawasan wisata adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Aldi Setiawan - Banten Raya -
JAKARTA, DISWAY.ID– Kawasan wisata adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, memasuki puncak musim durian.
Di kawasan itu, hampir seluruh rumah warga terlihat memajang durian di teras rumah panggung untuk dijajakan kepada para pengunjung.
Sejumlah warga Baduy sekaligus penjual menyebut musim durian kali ini termasuk yang terbanyak setelah era Covid. Pemandangan tumpukan durian menjadi ciri khas kawasan adat Baduy setiap memasuki musim durian.
BACA JUGA:Tertinggi Sejak Bulan Mei, Harga Emas Dunia Sentuh Level USD 4.600
“Tahun ini cukup banyak berbuahnya jika dibandingkan beberapa tahun ke belakang,” kata salah seorang warga Baduy sekaligus pedagang durian, Jamal, Minggu (23/8).
Jamal menyampaikan, kawasan adat Baduy mulai memasuki puncak musim durian sejak awal Agustus dan diprediksi berlanjut hingga September mendatang. Masifnya musim durian tahun ini juga didorong masa kemarau yang datang berbarengan.
“Buahnya jadi sangat melimpah kalau kemarau. Kalau hujan terus, di bunga buahnya gampang rontok dan kalaupun berbuah jadi kurang manis,” tuturnya.
Jamal mengaku menjual buah durian miliknya pada rentang harga Rp20 ribu hingga paling mahal Rp150 ribu per butir, tergantung ukuran. Harga akan lebih murah jika dibeli secara borongan yang biasa dilakukan penjual lain.
BACA JUGA:Kemhan Tulis Klarifikasi Isu Larangan Hijab untuk Kadet Perempuan, Begini Penjelasannya
Dalam sehari, Jamal mengaku dapat menjual hingga 200 butir buah durian. Di momen-momen tertentu, dirinya bahkan bisa mendapatkan borongan hingga 1.000 butir.
Selain menjual secara eceran dengan membuka lapak di rumahnya, Jamal mengklaim memiliki pelanggan tetap dari berbagai daerah, mulai dari Bogor, Jakarta, hingga Bekasi yang biasa membeli lewat sistem borongan.
“Sehari pendapatan bisa tembus Rp5 juta, kadang Rp10 juta. Pendapatan melonjak memang ketika ada borongan atau kunjungan ke Baduy meningkat,” terangnya.
Jamal menyebut, demam buah durian memang selalu terjadi di kawasan itu di kalangan wisatawan. Di musim durian, kawasan Baduy kerap mengalami peningkatan kunjungan. Banyak wisatawan yang penasaran atau sudah ketagihan dengan rasa durian Baduy.
“Jadi ketika wisatawan membeli buah durian di Baduy, mereka tidak hanya mendapat durian, tapi juga keindahan alam di Baduy,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: