Debut Single Juar, Antakara Wening Bicara tentang Merelakan Kepergian
Antakara Wening sendiri digawangi oleh tiga orang, Candraditya pada vokal; Al Syam pada gitar; Anjas Prasetyo pada bass.--Antakara Wening
JAKARTA, DISWAY.ID - Beberapa waktu ke belakang tren musik pop-folk yang populer di rentang pertengahan 2010-an hingga awal 2020 mungkin tak terlalu hingar bingar lagi seperti dulu.
Di tengah surutnya kelompok musik yang membawakan gaya musik tersebut, kelompok musik pendatang baru asal Jakarta, Antakara Wening, hadir membawa semangat dan suara yang serupa dengan musik yang populer pada era tersebut.
Antakara Wening sendiri digawangi oleh tiga orang, Candraditya pada vokal; Al Syam pada gitar; Anjas Prasetyo pada bass.
Mereka juga dibantu dua orang pemusik tambahan yakni Rizaldy pada keyboard dan Miss Marieska pada vokal latar.
Jika ditanya apa arti nama yang mereka sandangkan pada kelompok musiknya, Antakara Wening mengambil kata dari Bahasa sanskerta “antakara” yang berarti matahari atau “antahkarana” yang berarti perjalanan menuju kebebasan batin, sedang “wening” berarti jernih.
Antakara Wening memadukan dua kata tersebut yang kemudian diartikan menjadi perjalanan menuju kebebasan batin yang jernih.
Pada Jumat, 28 Agustus 2026, Antakara Wening resmi merilis single yang menandai awal mula mereka meramaikan semarak musik independen tanah air.
Single pertama mereka yang berjudul Juar, diakui oleh Anjas Prasetyo–sang bassist sebagai buah dari pengalaman pribadi.
Juar diungkapkannya sebagai sebuah refleksi atas bagaimana ia mesti tetap menjalani hidup dengan tetap bahagia meskipun harus merelakan kepergian seseorang yang pernah dicintai.
Selaras dengan kisah yang ditulis dalam liriknya, muatan suara yang dibawakan Antakara Wening dalam Juar terdengar begitu melankolis.
Mereka membuka lagu lewat alun sunyi petikan gitar yang terdengar manis dan lembut mengiringi masuknya nyanyian sendu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: