Dasco Ungkap Modus Perekrutan 8 WNI Jadi Tentara Rusia

Selasa 01-09-2026,12:45 WIB
Dasco Ungkap Modus Perekrutan 8 WNI Jadi Tentara Rusia

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membongkar modus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara asing dilakukan melalui tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan hingga tenaga administrasi.-anisha aprilia -

JAKARTA, DISWAY.IDWakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membongkar modus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara Rusia dilakukan melalui tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan hingga tenaga administrasi.

Dasco mengatakan informasi tersebut diperoleh DPR dari otoritas intelijen Indonesia. Menurutnya, perekrutan dilakukan oleh negara pihak ketiga dengan menawarkan pekerjaan yang disebut tidak berkaitan dengan kegiatan militer.

"Kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco di DPR RI, Selasa, 1 September 2026.

BACA JUGA:CATAT! Puan Hingga Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan 15 Desember

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, para WNI yang tertarik kemudian mendaftarkan diri melalui tawaran pekerjaan tersebut. Namun, setelah proses perekrutan, mereka justru dikirim untuk menjadi tentara.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat," ujarnya.

Dasco mengatakan pemerintah telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah semakin banyak WNI menjadi korban modus perekrutan tersebut.

BACA JUGA:Dasco Ungkap DPR dan Sejumlah Menteri Besok Berangkat ke NTT Bawa Bantuan Gempa

Menurutnya, otoritas intelijen bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke sejumlah negara yang diduga berkaitan dengan proses perekrutan.

"Pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," jelas Dasco.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: