Bahaya Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bacillus, Cemari MBG yang Dikonsumsi Febiola Sampai Hilang Ingatan
Febiola Br Purba merupakan salah satu siswa yang mengalami kasus dugaan keracunan MBG tersebut.--istimewa
Kondisi tersebut membuat Febiola harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan diperkirakan membutuhkan terapi intensif dalam waktu panjang.
BACA JUGA:GAPEMBI Jambi Ingatkan Wacana MBG Berbasis Sekolah: Kapasitas Kantin Belum Tentu Siap
Keracunan makanan tidak selalu berhenti pada sakit perut
Kasus Febiola menunjukkan mengapa dugaan keracunan makanan perlu dilihat secara serius, terutama ketika korban mengalami gejala berat.
CDC menyebut sebagian besar penyakit akibat makanan memang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut dan demam. Namun, sebagian penyakit yang ditularkan melalui makanan dapat berkembang menjadi kondisi serius, termasuk kerusakan ginjal, HUS, meningitis hingga kerusakan otak dan saraf.
Artinya, kondisi berat pada korban tidak bisa langsung dikaitkan dengan satu bakteri tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam kasus Berastagi, hasil laboratorium menunjukkan adanya Staphylococcus aureus pada ikan dan saus serta muntahan siswa, sementara Bacillus cereus ditemukan pada nasi.
Selain itu, E. coli juga ditemukan pada sampel melon dari sekolah.
BACA JUGA:GAPEMBI Jambi Ingatkan Wacana MBG Berbasis Sekolah: Kapasitas Kantin Belum Tentu Siap
Tidak ditemukan Salmonella pada sampel yang diperiksa.
Temuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam mengurai penyebab kasus keracunan yang berdampak pada ratusan siswa.
Terlebih, salah satu korban seperti Febiola harus menghadapi dampak yang jauh lebih panjang: bukan hanya menjalani pengobatan, tetapi juga berjuang mendapatkan kembali ingatan dan mengenali orang-orang terdekatnya.
Karena itu, penyelidikan tidak cukup berhenti pada pertanyaan bakteri apa yang ditemukan dalam makanan.
Yang tak kalah penting adalah mengungkap bagaimana bakteri atau toksin tersebut bisa masuk ke makanan, bagaimana makanan ditangani dan disimpan, serta apa yang menyebabkan sebagian korban mengalami kondisi yang lebih berat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: