Menteri Ara Bertemu Dubes Tiongkok, Bahas Teknologi Rumah Susun di Kawasan Padat

Kamis 10-09-2026,16:32 WIB
Reporter: Candra Pratama |
Menteri Ara Bertemu Dubes Tiongkok, Bahas Teknologi Rumah Susun di Kawasan Padat

Menteri Maruarar berharap hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama konkret di bidang perumahan. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bertemu dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Wang Lutong di Kediaman Duta Besar RRT, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama di bidang perumahan antara Kementerian PKP dan Kementerian Perumahan RRT.

BACA JUGA:Tren Asuransi Mobil Online Meningkat, Cermati Protect Catat SQI di Atas Rata-rata Industri

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua pihak sekitar dua bulan sebelumnya. 

Kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama, khususnya dalam pengembangan teknologi pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk yang aman dan terjangkau.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kerja sama dengan Tiongkok akan dibangun berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi kedua negara.

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Kepung Sungai Ambawang, 6.000 Masker Dibagikan ke Pengendara

"Ini kita tindak lanjuti pertemuan sekitar dua bulan lalu. Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kedua negara," ujar Menteri Ara, Kamis, 10 September 2026.

Salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah pemanfaatan dan alih teknologi untuk pembangunan rumah susun di kawasan padat. 

Teknologi tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia, sehingga pembangunan hunian dapat dilakukan secara aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

BACA JUGA:Soal Kekurangan BBM Subsidi di Kaltim, Sofyano Zakaria Minta BPH Migas dan ESDM Buka Data

Menteri Maruarar menegaskan, sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, pihak Tiongkok terlebih dahulu akan mempelajari kondisi lahan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. 

Setelah itu, teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan pembangunan akan ditentukan bersama.

"Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok," urainya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: