Lintasarta Kenalkan Bandwidth on Demand, Dorong Infrastruktur Digital Bank Lebih Adaptif
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan dalam Lintasarta Executive Dialogue bertema “Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through BWoD” di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.-Dok/Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID — Lintasarta memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk menjawab kebutuhan industri perbankan terhadap infrastruktur digital yang lebih fleksibel.
Solusi ini memungkinkan bank menyesuaikan kapasitas bandwidth secara mandiri sesuai kebutuhan operasional tanpa harus melalui proses pemesanan manual setiap kali terjadi perubahan kebutuhan.
Pengenalan BWoD dilakukan Lintasarta bersama Infobank dalam Lintasarta Executive Dialogue bertema “Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD)” di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Forum tersebut mempertemukan para pimpinan perbankan nasional dan multinasional yang tergabung dalam HIMBARA, PERBANAS, dan ASBANDA. Sejumlah pejabat Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jajaran Board of Directors Lintasarta juga hadir dalam forum yang membahas arah kebutuhan infrastruktur digital perbankan.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Menguat 0,56 Persen ke 6.632, Ditopang Saham Perbankan
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, percepatan digitalisasi perbankan membuat kebutuhan terhadap konektivitas tidak lagi bersifat statis. Infrastruktur digital, menurut dia, harus mampu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis secara cepat.
“Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur,” ujar Armand.
Kebutuhan kapasitas jaringan perbankan dapat berubah mengikuti berbagai aktivitas operasional. Kondisi tersebut antara lain terjadi saat month-end dan year-end closing, pemrosesan payroll, disaster recovery, peluncuran aplikasi, hingga menghadapi kebutuhan yang muncul secara tidak terjadwal.
Karena itu, Lintasarta melihat connectivity perbankan perlu bergerak dari model infrastruktur fixed menuju sistem yang lebih adaptif. Pendekatan tersebut ditopang empat kapabilitas utama, yakni Agile untuk merespons perubahan, Scalable dalam menyesuaikan kapasitas, Resilient untuk menjaga keandalan, serta Ready menghadapi peak events, disaster recovery, dan tuntutan regulasi.
BACA JUGA:Perkuat Tata Kelola, Bank Muamalat Sabet 2 Penghargaan TOP GRC Awards 2026
BWoD dirancang dengan tiga kapabilitas utama. Pertama, High Bandwidth dengan kapasitas hingga 1 Gbps di wilayah yang memiliki kesiapan teknis. Kedua, Scale on Demand yang memungkinkan kapasitas dinaikkan maupun diturunkan sesuai kebutuhan. Ketiga, Self Service yang memungkinkan pengelolaan kapasitas melalui Super Apps ULTIMA.
Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena, menilai penguatan infrastruktur teknologi menjadi bagian penting dalam proses transformasi digital perbankan.
“Transformasi digital perbankan perlu berjalan seiring dengan penguatan kapabilitas infrastruktur teknologi. Keandalan, keamanan, manajemen risiko, serta kemampuan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri menjadi semakin penting,” kata Sophia.
Melalui BWoD, perubahan kapasitas bandwidth setelah proses setup awal dapat dilakukan secara mandiri melalui ULTIMA. Bank tidak perlu melakukan pemesanan manual ataupun instalasi baru untuk setiap perubahan kapasitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: