Polemik Naturalisasi Malaysia Memanas, AFC Diminta Tegas Soal Polemik Naturalisasi
Malaysia Dilanda Polemik Administrasi, AFC Diminta Ambil Sikap Tegas---CTTO
Menurutnya, pemain Harimau Malaya sudah terbiasa menghadapi atmosfer dan fanatisme suporter Garuda.
Oleh karena itu, para pemain dinilai tidak perlu memikirkan hal lain selain menjalankan instruksi pelatih dan menikmati pertandingan.
Malaysia juga kemungkinan mempertahankan sejumlah pemain dari skuad Piala AFF di bawah arahan Tan Cheng Hoi.
Sementara itu, Indonesia diproyeksikan tampil dengan kekuatan utama.
Perjalanan Indonesia di fase grup akan dimulai dengan menghadapi Singapura pada 25 September, kemudian bertemu Malaysia pada 28 September, sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober.
Rivalitas kedua negara diperkirakan menjadi salah satu daya tarik utama turnamen. Namun, persaingan di atas lapangan diharapkan tetap berlangsung secara sportif dan profesional.
BACA JUGA:Gegara Tanggal Lahir, Mitchell Baker Dilarang Main Bareng Timnas di Piala Asia U-20 2027 China
Erick Thohir Minta Suporter Indonesia Sambut Pendukung Malaysia
Di tengah rivalitas Indonesia dan Malaysia, pesan untuk menjaga suasana tetap kondusif justru datang dari pihak tuan rumah.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta suporter Timnas Indonesia memberikan sambutan yang baik kepada pendukung tim tamu selama penyelenggaraan turnamen.
Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertandingan berlangsung aman sekaligus memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta dan suporter yang datang.
Erick Thohir bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menghadiri agenda promosi turnamen di kawasan Car Free Day Bundaran HI.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menegaskan harapannya agar Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan menyenangkan.
Ia juga menilai suporter Timnas Indonesia saat ini semakin dewasa dalam memberikan dukungan kepada Garuda.
Sikap tersebut dinilai penting karena Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang, termasuk gesekan antarsuporter pada 2019.
Karena itu, pendukung tim tamu dari Malaysia, Thailand, maupun Vietnam diharapkan dapat diterima dengan baik dan tidak menjadi sasaran provokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: