Risiko Bencana Alam Meningkat, Dampaknya ke Emiten Mulai Disorot
Terkini, harga saham beberapa emiten consumer staples berpotensi tertekan dalam jangka pendek.-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam kurun waktu beberapa minggu ini, bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia kian menghantam perekonomian Indonesia, tidak terkecuali pasar modal.
Tidak ayal, kondisi ini turut memberikan dampak tersendiri bagi sentimen perdagangan pasar modal Indonesia.
BACA JUGA:Terjaring OTT KPK Kasus HGB BPN di Bogor, Politisi Golkar Ini Turut Diamankan
Terkini, harga saham beberapa emiten consumer staples berpotensi tertekan dalam jangka pendek.
Selain itu, sentimen pasar berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten healthcare, khususnya perusahaan dengan eksposur pada produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait.
Awasi Kondisi Eksternal
Dalam menanggapi kondisi tersebut, Analis sekaligus Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada menilai bahwa dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, pelaku pasar juga memilih untuk mencermati sejumlah kebijakan makroekonomi yang dapat mempengaruhi fundamental ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:Istilah Dasar yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai Trading
"Tampaknya pelaku pasar lebih melihat kondisi eksternal seperti belum usainya masalah geopolitik, potensi kenaikan suku bunga, dan rilis data-data ekonomi," tutur Priyambada kepada Disway secara daring, pada Selasa (15/09).
Melanjutkan, Priyambada juga turut menambahkan bahwa beberapa faktor seperti pergerakan nilai tukar Rupiah dan kondisi perekonomian negara masih menjadi kontributor utama dari pergerakan pasar modal Indonesia.
"Begitu pun juga di dalam negeri, dimana pelaku pasar melihat berita-berita emiten, pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap USD, dan sentimen makro ekonomi," ujar Priyambada.
Di sisi lain, Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren menuturkan bahwa tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun seiring menguatnya intensitas El Nino.
BACA JUGA:Jelang Asian Games 2026, Ganda Putra Indonesia Sparing dengan Klub Jepang
Selain itu, intensitas El Nino sendiri juga dapat menekan daya beli, yang membatasi ruang bagi emiten konsumer untuk meneruskan kenaikan harga bahan baku kepada konsumen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: