Raheem Sterling Terancam 2 Tahun Penjara, Eks Manchester City Mengaku Bersalah

Rabu 16-09-2026,09:36 WIB
Raheem Sterling Terancam 2 Tahun Penjara, Eks Manchester City Mengaku Bersalah

Sterling Terjerat Kasus Mengemudi Berbahaya, Eks Bintang Man City Tunggu Vonis-@sterling7-Instagram

JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan pemain Manchester City, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool yakni Raheem Sterling harus menghadapi ancaman hukuman penjara setelah mengaku bersalah dalam kasus mengemudi secara berbahaya serta kepemilikan nitrous oxide.

Sterling, yang kini berusia 31 tahun, hadir di Basingstoke Magistrates’ Court pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam persidangan tersebut, mantan pemain Timnas Inggris itu mengakui tiga pelanggaran, yakni mengemudi secara berbahaya, memiliki nitrous oxide untuk penggunaan yang tidak semestinya, serta gagal memberikan sampel untuk pemeriksaan.

Kasus tersebut bermula dari insiden pada 28 Mei 2026 ketika Sterling mengendarai Lamborghini Urus di sejumlah ruas jalan, termasuk M25 dan M3, sebelum akhirnya mengalami kecelakaan tunggal di dekat Minley Interchange.

Polisi menyatakan tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

BACA JUGA:10 Transfer Gagal Chelsea Era BlueCo: Mudryk Jadi Bencana Terbesar, Sterling hingga Nkunku Ikut Masuk Daftar

Sterling Bisa Dijatuhi Hukuman Penjara?

Dalam persidangan, Sterling dinyatakan telah kehilangan hak untuk mengemudi dan diberikan jaminan tanpa syarat hingga sidang berikutnya pada 25 November 2026.

Pada tanggal tersebut, pengadilan akan menentukan hukuman atau memutuskan apakah perkara perlu diteruskan ke Crown Court.

Untuk dakwaan mengemudi secara berbahaya, perkara Sterling masuk dalam kategori serius.

Reuters melaporkan bahwa pelanggaran tersebut dapat membawa ancaman hukuman hingga dua tahun penjara.

Sebelumnya, The Guardian juga melaporkan Sterling berpotensi menghadapi hukuman penjara setelah mengakui seluruh dakwaan yang dikenakan kepadanya. Namun, keputusan akhir mengenai hukuman masih menunggu proses pengadilan berikutnya.

Jaksa Simon Jones mengungkapkan kepada pengadilan bahwa sejumlah saksi melaporkan cara Sterling mengemudikan Lamborghini tersebut secara tidak terkendali.

Salah satu saksi disebut merasa sangat khawatir pengemudi kendaraan tersebut dapat membahayakan orang lain.

Rekaman kamera dasbor juga menunjukkan mobil Sterling berpindah jalur secara tidak beraturan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait