Kanker Payudara Butuh Perawatan Berkelanjutan, Mayapada Gandeng Lovepink

Sabtu 19-09-2026,15:00 WIB
Kanker Payudara Butuh Perawatan Berkelanjutan, Mayapada Gandeng Lovepink

Memahami kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), flagship unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare, bersama Lovepink (Yayasan Daya Dara Indonesia), berkolaborasi untuk memperluas akses anggota komunitas terhadap layanan --Fajar Ilman

Sementara itu, Vice Chairwoman Lovepink, Anita D. Sulistyowati, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, setiap breast cancer warrior dan survivor memiliki perjalanan yang berbeda dan membutuhkan dukungan yang berbeda pula. 

"Karena itu, akses terhadap layanan yang lengkap, terpercaya, dan terintegrasi sangat berarti bagi komunitas. Kami melihat Mayapada Hospital Jakarta Selatan tidak hanya menawarkan teknologi dan layanan medis, tetapi juga menghadirkan semangat untuk benar-benar menemani pasien dalam perjalanan mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi dukungan nyata yang dirasakan oleh semakin banyak anggota komunitas Lovepink," kata Anita.

BACA JUGA:Pengobatan Kanker Makin Canggih, 4 Teknologi Ini Bantu Deteksi Penyakit Lebih Akurat

Hal senada juga dikatakan Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi.

Ia menambahkan,saat menghadapi kanker, pasien tidak seharusnya merasa menjalani semuanya sendirian.

Melihat itu, ia ingin pengalaman pasien menjadi bagian dari kualitas cancer care itu sendiri. 

"Dengan perawatan terkoordinasi (coordination of care) yang selalu berpusat dan melibatkan pasien (patient-centered care), kami berupaya membuat perjalanan pasien lebih jelas, terarah, dan nyaman. Dukungan seperti Patient Navigator juga membantu pasien dan keluarga memahami tahapan perawatan, sehingga mereka dapat menjalani perjalanan tersebut dengan lebih tenang," ujar Joyce.

BACA JUGA:Tak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri, Terapi Sel untuk Kanker Mulai Dikembangkan di Indonesia

Dokter Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kanker & Kelainan Darah Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, dalam penanganan kanker, terapi sistemik seperti kemoterapi, terapi target, maupun imunoterapi merupakan bagian penting dari comprehensive cancer care. 

"Pemilihan terapi tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik kanker setiap pasien melalui evaluasi bersama tim multidisiplin. Dengan kolaborasi antarspesialis, kami dapat menyusun strategi perawatan yang lebih terarah, mulai dari diagnosis, pemilihan terapi, hingga evaluasi respons pengobatan, dengan tetap menempatkan kebutuhan pasien sebagai prioritas," ucapnya.

Ketepatan pemeriksaan kanker payudara di setiap tahap menjadi kunci dalam menentukan langkah perawatan. Oncology Center MHJS didukung teknologi pencitraan canggih seperti 4D USG mammae dan 3D mamografi untuk melihat kondisi payudara secara lebih detail, sekaligus memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi pasien. 

BACA JUGA:Deteksi Dini, Kadin dan Siloam Hospitals Gelar Program Skrining Kanker Payudara

Ketika ditemukan area yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, biopsi tetap menjadi standar utama untuk memastikan diagnosis kanker payudara.

Salah satu teknik biopsi yang paling canggih saat ini dan bisa dilakukan di MHJS adalah Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB), di mana pengambilan sampel jaringan dilakukan secara minimal invasif (minim sayatan) tanpa operasi terbuka. 

Setelah diagnosis terkonfirmasi, pada kondisi tertentu, pemeriksaan PET-CT dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai aktivitas penyakit dan kemungkinan penyebarannya, sehingga membantu dokter memperoleh informasi yang lebih akurat untuk menentukan strategi perawatan yang tepat dan terarah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait