KDKMP Pangkas Rantai Distribusi dan Perkuat Ekonomi Desa

Jumat 25-09-2026,19:59 WIB
Reporter: Reza Permana |
KDKMP Pangkas Rantai Distribusi dan Perkuat Ekonomi Desa

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan KDKMP dirancang bukan sekadar menjadi badan usaha di desa, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan sehari-hari, pasar, pembiayaan, hingga berbagai program -dok disway-

Di sisi pembiayaan, koperasi juga dapat menjadi unit layanan jasa perbankan sekaligus salah satu saluran penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KDKMP juga diproyeksikan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Setiap koperasi akan memiliki seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap model bisnis dan kelangsungan usaha.

Ferry mengatakan masyarakat desa akan didorong menjadi anggota koperasi agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam kegiatan ekonomi.

"Harapannya adalah bahwa nanti masyarakat di pedesaan di kelurahan itu sadar bahwa mereka sekarang bukan hanya sekedar sebagai objek ekonomi tapi mereka bisa jadi pelaku ekonomi itu sendiri," kata Ferry.

Skema KUR juga bisa disalurkan melalui KDKMP masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut. Selain itu, pemerintah juga mendorong koperasi tidak berhenti sebagai pengumpul dan penyalur produk, tetapi masuk ke sektor pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah.

BACA JUGA:Dari Pupuk hingga Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

"Jadi bagaimana Kementerian Koperasi mendorong supaya koperasi masuk ke industri adalah sekarang kita mempercepat proses pendirian pabrik-pabrik oleh koperasi," ujarnya.

Salah satunya melalui koperasi petani sawit yang didorong membangun pabrik CPO. Produk olahan tersebut nantinya dapat terhubung dengan jaringan KDKMP sebagai pasar di tingkat desa.

"Karena kita kan udah punya outletnya isi dari outlet KDKMP itu sebisa mungkin kita produksi sendiri minyak goreng yang kita bikin sendiri kecap bikin sendiri kan harusnya gitu dan itu produk-produk bisa diintegrasikan bersama-sama setiap daerah setiap kdmp akan punya Signature masing-masing," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Ferry mengatakan, dari target 80.000 koperasi, sekitar 23.000 lokasi telah selesai dibangun dan akan mulai beroperasi dalam waktu dekat ini.

Sementara dari sisi pengawasan, Kementerian Koperasi menggunakan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) untuk memantau aktivitas koperasi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: