Lebih 40 Ribu Warga Jakarta Terjangkit TBC, Dinkes Gencar Lakukan Tracing

Rabu 14-10-2026,18:34 WIB
Reporter: Cahyono |
Lebih 40 Ribu Warga Jakarta Terjangkit TBC, Dinkes Gencar Lakukan Tracing

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mencatat telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus TBC.-Disway/Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus tuberkulosis (TBC) di Ibu Kota.

Untuk mengejar target penemuan kasus, Dinkes DKI Jakarta menggencarkan pelacakan atau tracing TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

BACA JUGA:Dibuka Tahun Depan, Pramono Serahkan Pengelolaan LPDP Jakarta ke Pusat

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan Jakarta termasuk salah satu dari lima provinsi di Indonesia dengan kasus TBC yang cukup tinggi.

Berbagai program penanganan telah dilakukan, baik melalui program pemerintah pusat maupun inisiatif yang dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Salah satu upaya yang kini diintensifkan adalah mengintegrasikan pelacakan kasus TBC dengan pelaksanaan CKG.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penemuan kasus sekaligus mengatasi tantangan stigma yang masih melekat pada penyakit tersebut.

BACA JUGA:BPKH Gelar International Hajj Fund Forum ke-8, Dorong Kolaborasi Global untuk Keberlanjutan Dana Haji

Ani menjelaskan, stigma TBC masih menjadi kendala dalam penanganan penyakit menular itu. Sebagian masyarakat masih menolak ketika petugas kesehatan melakukan pelacakan untuk menemukan kemungkinan kasus TBC.

“Untuk TBC, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah menemukan kasusnya. Sampai dengan saat ini kami sudah menemukan sekitar 40.000 lebih kasus TBC di Jakarta dan targetnya adalah kami seharusnya menemukan sekitar 68.000 kasus TBC,” ujar Ani di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Melalui integrasi dengan CKG, masyarakat yang datang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari upaya penemuan kasus TBC.

Dengan demikian, petugas dapat melakukan pelacakan terhadap kemungkinan adanya kasus yang belum teridentifikasi.

BACA JUGA:BPKH Gelar International Hajj Fund Forum ke-8, Dorong Kolaborasi Global untuk Keberlanjutan Dana Haji

Selain penemuan kasus dan pengobatan, Ani menyebut upaya pencegahan menjadi salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam penanganan TBC di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: