Diduga Beraksi Seorang Diri, Polisi Tembak Polisi Dipicu Sakit Hati karena Dibully
Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan penyidik, Bharada AR diduga melakukan aksi tersebut seorang diri tanpa melibatkan pihak lain. --Fajar Ilman
JAKARTA, DISWAY.ID – Kasus polisi tembak polisi di Markas Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, diduga dipicu sakit hati akibat perundungan atau bullying.
Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan penyidik, Bharada AR diduga melakukan aksi tersebut seorang diri tanpa melibatkan pihak lain.
Bharada AR diduga nekat menghabisi Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, karena dipicu sering mengalami perundungan atau bullying yang dialami oleh pelaku.
BACA JUGA:Sosok Bharada AR yang Tembak Polisi Bharatu Valdo hingga Tewas, Motif Dipicu Dendam
Akibatnya, pelaku emosi dan akhirnya melancarkan aksinya menggunakan senjata api laras panjang hingga senjata tajam.
Hal itu berdasarkan penjelasan dari penyidik. Selain itu penyidik menyebut aksi pembunuhan ini murni dilakukan oleh pelaku secara mandiri tanpa melibatkan pihak lain.
"Menurut penyidik tadi menjelaskan, teman-teman seangkatan korban sering membully tersangka. Jadi bukan bukan almarhum yang membully, tapi teman-temannya," kata Petrus, di Polda Metro Jaya, Senin, 19 Oktober 2026.
BACA JUGA:Dudung Minta Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dievaluasi Menyeluruh
Hal ini menampik, dugaan awal yang menyebut jika pelaku beraksi dengan dibantu orang lain.
"Tadi penyidik sudah menjelaskan kepada kami bahwa sampai saat ini pelakunya tunggal," jelasnya.
Sebelumnya, seorang anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, meninggal dunia dalam dugaan pembunuhan di Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026) lalu.
Pelaku yang merupakan junior korban berpangkat Bharada diduga menembak tubuh korban berulang kali, kemudian melukai kepala, dan menggorok lehernya menggunakan senjata tajam.
BACA JUGA:Terungkap! Motif dan Kronologi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Pengacara Soroti Tiga Senjata!
Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kepala Korpolairud Baharkam Polri, terduga pelaku, Bharada Andika Rahmadani, mengaku menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: