Jeritan Sektor Riil dan Pekerja Lapangan di Tengah Tekanan Ekonomi
Kekayaan tiga orang terkaya di Indonesia menyusut-Unsplash/Towfiqu barbhuiya-
Namun upaya menambah jam kerja tidak serta meerta menyelesaikan persoalan ketika pendapatan harus dibagi untuk kebutuhan operasional dan keluarga.
Ia juga sesekali memperoleh penghasilan tambahan dari pelanggan. Misal orderan masuk, biasanya penumpang minta diantar ke tempat lain di luar pemesanan aplikasi.
Hanya saja, pekerjaan sampingan tersebut tak bisa diandalkan karena jumlah permintaan tidak menentu setiap bulannya.
Syafrudin mengaku lebih banyak mengandalkan kepercayaan pelanggan agar mereka kembali menggunakan jasanya ketika membutuhkan perjalanan di luar aplikasi.
"Kadang dalam sebulan ada, kadang dalam sebulan nggak ada. Itu nggak tentu, nggak bisa diandalkan," ucap Syafrudin.
Karena itu, langkah yang paling memungkinkan untuk menjaga keuangan keluarga adalah menekan pengeluaran rumah tangga.
Salah satu caranya dengan mengurangi belanja kebutuhan pokok, termasuk konsumsi beras. Jika sebelumnya keluarga bisa membeli beras sebanyak dua hingga tiga kilogram untuk kebutuhan tertentu, kini jumlah tersebut harus ditekan agar pengeluaran tetap terkendali.
Syafrudin juga memperkirakan kebutuhan bulanan keluarganya, termasuk listrik, kebutuhan anak, susu dan pengeluaran lainnya, berada di kisaran Rp850-Rp950 ribu.
Nominal tersebut masih dapat berubah sesuai kebutuhan. Kondisi itu memperlihatkan betapa pentingnya penghasilan dari jalanan bagi keberlangsungan rumah tangganya.
Ketika biaya operasional meningkat, ruang untuk memenuhi kebutuhan keluarga pun semakin terbatas.
Di tengah situasi tersebut Syafrudin berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga.
Ia menilai kebijakan ekonomi perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya kelompok yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Pemerintah itu harus melek dan melihat ke bawah, jangan melihat kalangan-kalangan tertentu. Belum semuanya masyarakat Indonesia mampu dan sanggup untuk memenuhi kebutuhannya," tekan Syafrudin.
Ia mengingatkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar di tengah tekanan ekonomi.
"Masih banyak rakyat-rakyat di bawah, rakyat-rakyat Indonesia yang sangat-sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah itu sendiri," pungkasnya.
Gaji Rp8 Juta, Nabung Rp10 Ribu Sehari
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: