Jeritan Sektor Riil dan Pekerja Lapangan di Tengah Tekanan Ekonomi

Senin 19-10-2026,11:03 WIB
Jeritan Sektor Riil dan Pekerja Lapangan di Tengah Tekanan Ekonomi

Kekayaan tiga orang terkaya di Indonesia menyusut-Unsplash/Towfiqu barbhuiya-

Nominal tersebut setara dengan sekitar Rp300.000 dalam sebulan jika dilakukan selama 30 hari. Kebiasaan itu menjadi salah satu cara yang masih bisa ia lakukan untuk menjaga simpanan di tengah kebutuhan hidup yang harus terus dipenuhi. 

Namun, Bintang menilai sistem perpajakan saat ini belum sepenuhnya mempertimbangkan beban hidup pekerja berpenghasilan menengah. Menurut dia, kebijakan yang ditujukan untuk menjaga daya beli pekerja perlu dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Berharap Kebijakan Lebih Menjangkau Pekerja 

Salah satu kebijakan yang menurut Bintang perlu dipertimbangkan adalah penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Meski demikian, ia mempertanyakan sejauh mana perubahan batas PTKP benar-benar dapat membantu masyarakat kelas menengah. 

“Penyesuaian PTKP perlu dipertimbangkan. Apakah ini benar-benar bisa membantu masyarakat golongan menengah?” katanya. 

Ia juga menyoroti akses terhadap insentif pekerja yang, menurut pengalamannya, belum merata. 

Bintang menyebut insentif melalui Kartu Pekerja Jakarta memiliki batas penghasilan tertentu dan tidak semua pekerja dapat menikmatinya, antara lain karena belum semua perusahaan mendaftarkan pekerjanya sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, ia berharap kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) yang ditanggung pemerintah dapat diperluas ke lebih banyak sektor. Menurut Bintang, perluasan tersebut dapat menjadi salah satu upaya membantu pekerja mempertahankan daya beli. 

"Kebijakan Pajak penghasilan yang ditanggung pemerintah sektornya diperluas. Saat ini hanya sektor padat karya dan pariwisata," jelas dia. 

Harapan lainnya berkaitan langsung dengan pengeluaran sehari-hari. Ia ingin pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menunda kenaikan tarif TransJakarta agar biaya transportasi tidak semakin membebani masyarakat.

Bintang juga berharap bantuan atau subsidi bagi pekerja dapat menjangkau kelompok dengan penghasilan hingga Rp8 juta per bulan.

Baginya, dukungan tersebut penting agar pekerja tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan tabungan. Sebab, ketika penghasilan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, ruang untuk menyisihkan uang menjadi semakin terbatas.

"Stabilitas harga kebutuhan pokok, issue kebijakan kenaikan tiket trans jakarta kalau bisa jangan dinaikkan dulu, subsidi pemberian bantuan kepada pekerja diperluas sampai dengan penghasilan 8 juta perbulan," imbuhnya. 

Tabungan Habis, Mutiara Andalkan Paylater untuk Bekal Anak 

Hal yang sama dirasakan oleh Mutiara Alifah (33). Penghasilan Rp5,5 juta hingga Rp6,5 juta per bulan ternyata belum cukup bagi Mutiara untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebagai pekerja di bidang akuntansi, ia harus berhadapan dengan berbagai pengeluaran rumah tangga yang terus berjalan, sementara kemampuan keuangannya semakin terbatas.

Tabungan yang sebelumnya bisa menjadi pegangan kini sudah habis sejak akhir tahun lalu. Mutiara pun mengaku tidak lagi memiliki dana darurat untuk menghadapi kebutuhan mendadak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait