Jangan Habiskan Lauknya
Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.Id-disway.id-
Lauknya terbatas. Yang mengelilinginya bisa terus bertambah.
Beberapa potong ikan asin, kerupuk, beberapa potong tempe, sambal, dan nasi di atas nampan.
Kadang memakai tampah atau alas daun pisang. Para santri duduk melingkar. Lutut berdekatan, tangan bergerak dari arah masing-masing.
BACA JUGA:Sibuk Menoleh, Lupa Melangkah
Dari luar kelihatan seperti rebutan. Kalau diperhatikan, ada aturan yang tidak ditulis. Mengambil nasi secukupnya.
Memotong lauk dengan perkiraan. Melihat bagian teman sebelum tangan kembali menjangkau makanan.
Begitulah secuil kehidupan santri kobong yang saya jumpai sekitar seperempat abad lalu.
Saat menjadi wartawan, setiap minggu saya berkeliling untuk mengisi rubrik Pesantren. Dari satu pondok ke pondok lain. Kebanyakan pesantren salaf, yang di masyarakat juga kerap disebut pesantren kobong.
Kamar yang saya temui sederhana. Berdinding bilik bambu, dengan lantai bambu yang ditinggikan. Ada yang sekitar dua kali tiga meter, beralas tikar, dengan bantal seadanya.
BACA JUGA:Krisis Kosakata Membatasi Kecerdasan Bangsa
Jangan membayangkan kasur empuk, selimut tebal, serta bantal dan guling yang bisa dipeluk bergantian. Ruangan dipakai bersama. Barang pribadi harus tahu tempat, begitu pula badan ketika hendak tidur.
Dulu, di sebagian masyarakat masih ada anggapan bahwa pondok merupakan tempat menitipkan anak nakal. Memang ada yang dikirim karena orangtuanya kewalahan. Tetapi terlalu sempit kalau seluruh isi kobong dinilai dari alasan kedatangan beberapa penghuninya.
Yang hampir selalu saya jumpai adalah makan bersama. Menu boleh berganti, lingkarannya tetap hangat. Di situlah urusan perut bertemu urusan perasaan.
Meski demikian, kehidupan kobong tidak selalu berjalan serapi nasihat. Sesekali ada yang terlambat bergabung karena harus mendahulukan buang air. Ketika kembali, lauk sudah habis. Tinggal nasi dan sambal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: