Fundamental Perekonomian Terjaga, Dampak bagi Rakyat Kian Merata

Kamis 22-10-2026,15:50 WIB
Fundamental Perekonomian Terjaga, Dampak bagi Rakyat Kian Merata

International Monetary Fund (IMF) dalam publikasi World Economic Outlook Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada 2026, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,3% pada 2025.--Kemenko Perekonomian

BACA JUGA:Di Tengah Bentang Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian

Pertumbuhan yang Berkualitas

Di tengah kondisi eskalasi ketidakpastian tersebut, perekonomian Indonesia justru mampu menunjukkan resiliensi di berbagai leading indicator, salah satunya pertumbuhan ekonomi yang terus bertengger di atas 5% dalam 5 kuartal berturut-turut.

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11% (yoy), kemudian mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61% (yoy) pada Triwulan I-2026 dan tetap tumbuh sebesar 5,29% (yoy) pada Triwulan II-2026, serta tumbuh sebesar 5,45% (ctc).

Pertumbuhan pada Q1-2026 tersebut juga menjadi pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir sejak 2013 silam.

“Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah berjalan efektif,” jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

BACA JUGA:Kembalikan Arah Perekonomian ke Pasal 33 UUD 1945, Koperasi Didorong Jadi Agen Utama Pembangunan

Pertumbuhan ekonomi nasional turut diiringi perbaikan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat 22,93 juta orang, berkurang 0,43 juta orang dibandingkan September 2025, sehingga tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07%, terendah sepanjang sejarah pencatatan.

Di bidang ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, dengan penyerapan tenaga kerja bertambah 522 ribu orang sepanjang Februari–Mei 2026.

Jumlah pengangguran turun 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% dengan porsi tenaga kerja formal yang terus meningkat.

“Menko Airlangga menyampaikan pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Pada Semester I ini keduanya terjadi bersamaan, dan lapangan kerja yang tercipta semakin berkualitas karena porsi pekerja formal meningkat,” tegas Juru Bicara Haryo.

BACA JUGA:Dulu 'Gali Lubang Tutup Lubang', Kisah Ibu Zuharni yang Perekonomiannya Terbantu Usai Jadi Pegawai SPPG

Prospek Positif Indikator Ekonomi

Sejumlah indikator terkini juga menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif memasuki Semester II-2026.

Inflasi September 2026 tercatat sebesar 3,28% (yoy), sementara PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level ekspansi sebesar 52,4 pada September 2026.

Optimisme masyarakat juga tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat menjadi 118,1 pada September 2026. Perkembangan ini menunjukkan aktivitas manufaktur dan keyakinan konsumen tetap menjadi penopang penting perekonomian nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait