Fundamental Perekonomian Terjaga, Dampak bagi Rakyat Kian Merata
International Monetary Fund (IMF) dalam publikasi World Economic Outlook Oktober 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1% pada 2026, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,3% pada 2025.--Kemenko Perekonomian
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah implementasi mandatori Biodiesel 50 (B50) sejak 1 Juli 2026, sebagai bagian dari agenda swasembada energi dan hilirisasi.
Program ini diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun, sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik, meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit, serta mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah juga mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan ekosistem ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan proyek transisi energi, penguatan investasi energi bersih, pengembangan kapasitas industri dalam negeri, serta pemanfaatan teknologi rendah emisi di sektor industri dan transportasi.
BACA JUGA:Apindo Soroti Rencana Motor Listrik Nasional, Ini Dampaknya bagi Perekonomian
Selain itu, Pemerintah juga terus memperkuat reformasi regulasi dan iklim investasi nasional melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses perizinan berusaha, menyelesaikan berbagai hambatan dalam pelaksanaan kegiatan usaha dan investasi, serta meningkatkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha guna mendorong realisasi investasi, memperluas kesempatan usaha, dan memperkuat daya saing perekonomian nasional.
Ke depan, prioritas Pemerintah juga memperkuat ekosistem logistik nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing perekonomian.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur konektivitas, integrasi dan digitalisasi layanan logistik, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia dan penyedia jasa logistik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: