Prabowo Ancam Cabut Konsesi Tambang yang Mangkrak Lebih dari Dua Tahun

Kamis 22-10-2026,20:30 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Prabowo Ancam Cabut Konsesi Tambang yang Mangkrak Lebih dari Dua Tahun

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada para pengusaha yang memegang konsesi pertambangan maupun pengelolaan sumber daya alam, tetapi tidak kunjung merealisasikan kegiatan usahanya.-Setpres-

Karena itu, ia meminta pemerintah memperketat evaluasi terhadap perusahaan yang telah memperoleh izin, tetapi belum menunjukkan kegiatan nyata selama lebih dari dua tahun. Konsesi tersebut dapat dicabut.

"Saya memberi instruksi kepada Menteri ESDM, jika lebih dari dua tahun tidak ada aktivitas nyata, cabut!" tegas Prabowo.

Salah satu contoh yang disoroti Presiden Prabowo adalah proyek pengembangan gas alam Abadi di Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Proyek yang dikelola perusahaan energi asal Jepang, INPEX, tersebut telah melalui proses pengembangan panjang sejak kontrak pengelolaannya dimulai pada 1998.

BACA JUGA:Begini Tekad Veda Pratama Hadapi Moto3 Philips Island Pekan Ini

Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat dan direncanakan mencakup pengembangan fasilitas produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

“Ada konsesi 28 tahun di Maluku, Masela. 28 tahun tidak dikerjakan,” ceritanya.

Presiden Prabowo juga menceritakan pengalamannya ketika melakukan kunjungan ke Jepang dan bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan energi yang terlibat dalam proyek Blok Masela.

Presiden bahkan menyatakan bahwa pemerintah siap mengambil langkah pencabutan hak pengelolaan apabila perusahaan tidak lagi menunjukkan keseriusan menjalankan proyek.

“Saya terbang ke Jepang, saya ketemu tokoh-tokoh di Jepang. Saya tanya dengan hormat, saya tanya dengan sopan. Sebagai Presiden, saya harus sopan. Saya bertanya dengan baik, ‘Yang Mulia, apakah pihak Jepang, pihak INPEX, masih tertarik mengerjakan proyek ini? Kalau tidak, terpaksa kami harus mencabutnya," jelasnya.

BACA JUGA:Pendaftaran PIP Fase II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Syarat, dan 8 Kriteria Murid Prioritas

Bagi Prabowo, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut hubungan antara pemerintah dan investor, melainkan juga kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya energi.

Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang membutuhkan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan, dan kesempatan ekonomi yang dapat tercipta melalui investasi produktif. Sementara itu, pihak INPEX disebut telah berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan proyek Blok Masela.

"Rakyat kami sangat membutuhkan. Rakyat kami masih banyak yang hidupnya susah. Insya Allah, pihak INPEX yang hadir kemarin telah berjanji bahwa dalam enam bulan kegiatan proyek sudah akan dimulai. Ya, kita lihat saja nanti," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: