80 Talenta Digital Samosir Digembleng Bikin Aplikasi AI, dari Pariwisata hingga UMKM

Jumat 23-10-2026,16:59 WIB
80 Talenta Digital Samosir Digembleng Bikin Aplikasi AI, dari Pariwisata hingga UMKM

program Creative Hub for App Talent (CHAT) 2026 yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Aula Kantor Bupati Samosir, Sabtu, 17 Oktober 2026.--Ekraf

BACA JUGA:Tabel KUR BSI 2026 Plafon Rp50 Juta, Cek Simulasi Angsuran Bulanan dan Pilihan Tenor untuk UMKM

Pengembangan aplikasi berbasis AI diharapkan tidak hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga membuka peluang terciptanya produk digital yang memiliki nilai ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut pelaksanaan program tersebut sebagai upaya memperkuat kompetensi digital masyarakat di daerah, khususnya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

Dukungan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, S.T., M.M., yang hadir mewakili pemerintah daerah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari vibe coding, yakni pendekatan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan AI untuk membantu menulis dan menyempurnakan kode berdasarkan instruksi pengguna.

BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Plafon Rp100 Juta Tenor 1-5 Tahun, Cicilan Ringan dan Fleksibel, Ajukan UMKM!

Materi yang diberikan juga mencakup teknik prompt engineering, etika penggunaan AI, serta pengenalan risiko keamanan dalam pengembangan aplikasi.

Pelatihan menghadirkan Andri Tri Prasetyo dan Ryan Martin Hidayat, Cyber Security Analyst dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peserta mendapatkan pendampingan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi web, melakukan kustomisasi usaha, mengintegrasikan katalog produk, membangun dasbor, hingga menguji aplikasi yang dibuat.

Selain kemampuan teknis, peserta dibekali pemahaman mengenai risiko kebocoran data, keluaran AI yang keliru, dan potensi ancaman keamanan dari komponen perangkat lunak.

Aspek keamanan menjadi perhatian karena aplikasi yang dikembangkan tidak hanya dituntut berfungsi dengan baik, tetapi juga harus mampu melindungi data dan menjaga kepercayaan pengguna.

Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta didorong mengembangkan prototipe aplikasi berdasarkan masukan pengguna dan persoalan nyata di lingkungan sekitar.

BACA JUGA:PGN Dukung Pengembangan Jargas di Trenggalek untuk Rumah Tangga dan UMKM

Dengan begitu, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pembuatan prototipe, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi produk digital yang dapat digunakan masyarakat.

Kemenekraf berharap program CHAT 2026 dapat mendorong terbentuknya komunitas pengembang aplikasi yang aktif dan berkelanjutan di Samosir. Penguatan jejaring dan penjajakan peluang komersialisasi juga diharapkan membantu talenta lokal mengembangkan karya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Program CHAT merupakan inisiatif Direktorat Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan kapasitas talenta digital, memperkuat ruang pembelajaran dan kolaborasi, serta mendorong lahirnya karya nyata di bidang pengembangan aplikasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait